Alur kisah utama dari Catatan Harian Si Boy dipegang oleh seorang karakter bernama Satrio (Ario Bayu) — yang memiliki kesamaan sifat dengan karakter Boy: tampan, berasal dari keluarga kaya, rendah hati dan taat beribaha. Satrio yang bekerja di sebuah bengkel mobil milik Nina (Poppy Sovia) memiliki hobi untuk melakukan adu balap liar. Sialnya, seiring dengan seringnya ia melakukan adu balap liar tersebut, sesering itu pula ia akhirnya tertangkap oleh polisi. Namun, sebuah penangkapan oleh polisi yang terakhir terjadi pada dirinya membawa sebuah alur kisah baru pada hidupnya. Di saat ia akan dibebaskan, Satrio berkenalan dengan Natasha (Carissa Puteri), gadis cantik yang baru pulang dari London namun baru saja mengalami perampokan bersama kekasihnya, Nico (Paul Foster). Atas saran petugas polisi, Natasha akhirnya pulang bersama Satrio dan teman-temannya, Nina, Herry (Albert Halim) – yang akan mengingatkan siapapun dengan karakter Emon — dan Andi (Abimana Arya). Dalam perjalanan itulah, Natasha mengisahkan bahwa kepulangannya ke Indonesia adalah untuk mengunjungi sang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit.
Selama dirawat, ibu Natasha tak pernah melepaskan genggamannya dari sebuah catatan harian milik seorang pria yang bernama Raden Ario Purbo Joyodiningrat atau yang lebih akrab disebut dengan Boy (Onky Alexander). Setelah membaca isi catatan harian tersebut, Natasha mengetahui bahwa ibunya pernah memiliki hubungan asmara dengan pria tersebut. Kini, Natasha berniat untuk mencari Boy dengan harapan agar kedatangan Boy akan mampu membantu kesembuhan ibunya. Satrio yang merasa prihatin terhadap kisah Natasha akhirnya membantu Natasha untuk menemukan Boy. Dalam perjalanan mereka, keduanya mulai saling tertarik satu sama lain. Yang jelas akan menimbulkan masalah bagi kekasih Natasha, Nico, serta Nina, yang selama ini telah memendam rasa sukanya pada Boy.
Wanita Tetap Wanita bercerita tentang kekuatan perempuan menghadapi segala konflik yang ada di sekitar kita. Banyak orang menganggap perempuan lemah dan hanya menggantungkan hidup pada Lelaki. Tapi, tidak banyak yang menyadari betapa hebatnya perempuan.
Di atas bahu kecilnya, bahkan perempuan sanggup menanggung beban dunia. Di kedua mata sendunya, perempuan menyimpan jutaan cerita yang ingin dibagi kepada dunia. Di kedua tangannya, dunia akan direngkuh dalam damai penuh cinta dan harapan. Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan perempuan, karena perempuan memiliki otak, akal, mata, dan jiwa yang kuat, namun dengan hati yang lembut penuh kasih.
Bintang muda Indonesia, Julie Estelle, menjadi Aristha – seorang gadis dengan segudang masalah hidup yang muncul kembali di kehidupan mantan kekasihnya, lantas mengacaukan rencana pernikahannya.
Lelaki itu adalah Bara. Bara dan Aristha adalah sepasang kekasih di masa sekolah dulu. Bara yang menyeret Aristha ke gaya hidup yang gelap. Namun, Bara juga yang menjanjikan cinta selamanya kepada Aristha. Bara adalah segalanya bagi Aristha.
Namun, Bara lantas lepas dari hidup yang gelap itu. Bara kini telah menjalani hidup baru, dan kehilangan hubungan dengan Aristha selama bertahun-tahun. Bara pun bertunangan dengan Nina, seorang wanita yang cantik dan seolah sempurna.
Nasib mempertemukan Bara dan Aristha kembali. Kondisi hidup Aristha sudah semakin parah. Bara merasa bertanggung jawab untuk memulihkan hidup Aristha. Bara pun mulai membawa Aristha ke jalan yang benar. Cinta lama bersemi kembali.
Bara akhirnya harus memenuhi janji cinta setianya pada Aristha dulu: cinta sejati bertahan SELAMANYA.
Pada saat hari pernikahan mereka didermaga, aristha pun meninggal dunia.
Radit dan Jani (panggilan Anjani) adalah pasangan muda yang nekat menikah walau mendapat tentangan dari orang tua Jani. Tanpa bekal uang dan pekerjaan tetap, kehidupan yang keras harus mereka jalani. Apalagi ketergantungan Radit terhadap obat-obatan terlarang membuat langkah mereka semakin berat. Namun, kekuatan cinta mereka membuat semua kepahitan hidup tidak terasa.
Pada suatu hari, Jani mendapati dirinya hamil. Mereka pun terbangunkan oleh kenyataan, bahwa hidup mereka harus berubah. Radit berusaha keras untuk mendapatkan penghasilan tetap dan berhenti menggunakan narkoba, agar ia bisa membahagiakan Jani dan memberi masa depan kepada anak mereka.
Film ini mengisahkan cerita cinta seorang lelaki penyandang autisme pada seorang perempuan anak kost yang menempati rumah bundanya. Dikisahkan bagaimana seorang abang (panggilan tokoh utamanya) melakoni rasa cinta yang teramat jujur dan tulus. Punya rasa bahagia, perasaan yang meledak-ledak, meski akhirnya menjadi sebuah ironi, saat cinta abang tak pernah kesampaian karena keterbatasannya menjadi tembok penghalang. Kisah yang cukup mengharu biru dan sukses membuat airmata saya berloncatan, saat saya menyaksikan bagaimana terlukanya abang melewati masa patah hatinya. Applaus untuk akting abang yang diperankan aktor Lukman Sardi. Sungguh penjiwaan yang sempurna! Perfect!
Firasat (Rachel Maryam)
Bergabungnya seorang gadis bernama Senja pada klub bernama Firasat. Sebuah klub yang berisi orang-orang yang mempercayai firasat sebagai satu isyarat alam bagi sebuah peristiwa hidup. Dikisahkan Senja mempunyai intuisi kuat saat ia kehilangan orang-orang terdekatnya. Ia pun jatuh cinta pada ketua klub ini yang bernama Panca. Satu hari firasat buruk dirasakan Senja akan terjadi pada Panca. Bagaimana kelanjutannya? Anda bisa saksikan sendiri dalam kisah yang dibintangi Asmirandah, Widyawati dan Dwi Sasono.
Curhat Buat Sahabat (Olga Lydia)
Kisah ini menceritakan seorang gadis bernama Amanda yang begitu supel, ceria dan bersahabat dengan Reggie, seorang pemuda yang mempunyai sifat sangat berbanding terbalik dengan dirinya. Reggie yang sangat kalem dan penyabar adalah seorang pendengar setia untuk setiap curhat Amanda. Belakangan, Amanda menyadari bahwa ternyata Reggielah yang selalu ada menemaninya, bahkan jauh lebih setia dari pacarnya sendiri. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Bisa anda saksikan kelanjutan kisah yang dibintangi oleh Indra Birowo dan Acha Septriasa ini.
Hanya Isyarat (Happy Salma)
Ini kisah persahabatan lima anak muda backpackers yang direkatkan dari sebuah milis dunia maya. Mereka adalah Tano, Dali, Bayu, Raga dan Al. Tak seperti yang lain yang begitu guyub meski hanya dipersatukan dari sebuah forum milis, Al begitu pendiam, penuh lamunan, dan bersikap menjaga jarak. Diam-diam ternyata Al jatuh cinta pada Raga. Satu malam, mereka mengadakan lomba bercerita kisah paling sedih yang mereka punya. Disanalah Al semakin mengenal sedikitnya siapa Raga, dan membuat Al semakin berpikir bahwa ia tak mungkin memiliki Raga karena rahasia yang tersimpan dalam diri Raga, seperti yang baru saja diceritakannya. Hingga iapun sudah puas meski hanya mencintai Raga dengan hanya melihat punggung dan matanya saja. Kisah ini dibintangi oleh Amanda Soekasah dan Fauzi Baadila.
Cicak-cicak di Dinding (Cathy Sharon)
Berkisah tentang seorang pelukis muda nan lugu bernama Taja yang jatuh cinta pada seorang sosialita yang free spirited bernama Saras. Cinta Taja pada Saras tak bersambut, bahkan Saras pergi menghilang meninggalkan Taja. Sampai beberapa waktu kemudian mereka bertemu kembali dan dari sanalah dimulai babak baru kisah cinta mereka. Kisah ini diperankan aktris seksi Sophia Latjuba bersama Tyo Pakusadewo.
Farah terpaksa kembali dari Melbourne ke Jakarta. Adiknya bernama Rika yang masih SMU sendirian di Jakarta kerena ibunya meninggal. Sampai di Jakarta, Farah menemui dua hal yang membuatnya harus berpikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya lagi: menjaga Rika dan keuangan keluarga mereka yang sudah mendekati angka nol Farah sendiri tidak pernah benar-benar tahu masalah keluarganya. Semenjak ia lulus SMP, Farah melanjutkan SMA dan kuliah di Melbourne. Ibunya ternyata sudah menjual rumah mereka untuk kehidupan mereka dan biaya pendidikan Farah di Melbourne. Mereka terus tinggal di rumah kontrakan yang cukup besar namun sekarang akhirnya menyulitkan karena biaya sewa yang tidak murah.
Farah panik. Ini semua terlalu tiba-tiba untuknya. Tapi di surat wasiat ibunya ada berita. Mereka masih memiliki rumah pertama ibu mereka. Rumah yang ibunya pikir adalah investasi yang bagus kerena berada di daerah yang mewah. Tapi sampai sekarang, berulang kali rumah itu coba dijual namun tak pernah laku. Karena beritanya adalah bahwa itu rumah kentang, rumah yang penghuninya hantu anak kecil. Kerena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika terpaksa pindah. Tak mungkin meneruskan rumah kontrakan yang sekarang. Dengan sisa-sisa uang yang ada, Farah menata ulang rumah itu seadanya. Ia merawat Rika, adik yang tak benar-benar dekat dengannya. Rika, anak yang sudah kehilangan kedua orang tuanya menjadi pendiam. Farah merasa sendirian. Namun ia tak benar-benar sendirian. Farah merasa ada yang mengawasinya. Farah mulai terganggu. Rika ketakutan.
Sam (Fahrani), bekerja sebagai penjaga supermarket 24 jam. Saat bekerja, Sam menemukan kecurangan pembeli yang mengutil barang dagangannya. Namun, saat berusaha menegur dan memperingatkan, Sam justru mendapati kenyataan pahit. Tubuh penjahat telah penuh bom yang digunakan untuk mengancam kasir agar menyerahkan semua uang di brangkas.
Setelah mendapatkan uang, penjahat tersebut kabur dan dikejar Sam. Karena posisi di luar ruangan Sam merasa lebih leluasa mengejar penjahat tersebut. Tanpa disangka, di luar supermarket, Sugeng (Ringgo Agus Rahman), seorang polisi melihat si penjahat ngebut dengan motor dan ikut mengejarnya. Sugeng berusaha mengejar penjahat namun penjahat berhasil melarikan diri. Sugeng terluka.
Melihat kemampuan Sam bertarung, Sugeng merasa rendah diri. Karena itulah Sugeng membuat perjanjian dengan para guru Sam. Ia akan membantu mempromosikan perguruan, termasuk dengan memasukkan para master untuk tampil di TV. Para master memaksa Sam untuk melatih Sugeng lebih intensif, demi nama baik perguruan. Sam harus mengajar Sugeng supaya jago bela diri. Latihan demi latihan dijalani Sugeng.
Di saat yang bersamaan, suksesnya perguruan silat Sam membuat berang perguruan lain yang lebih canggih dan mahal. Ketua perguruan saingan, Ki Wedan (Joe Project P) ingin mencari siapa Sugeng yang katanya sangat jagoan. Ia mengirim anak-anak buahnya yang jago untuk menangkap Sugeng. Namun dibantu Sam, Sugeng berhasil selamat. Yang lain tidak bisa, Ki Wedan memutuskan untuk turun tangan sendiri. Ia ingin sekali menantang Sugeng duel. Ia menculik Sam dan berhasil mengalahkan semua master. Ki Wedan membawa Sam ke atas Monas dan menunggu Sugeng di sana.
Saat terdesak kemampuan Sugeng meningkat drastis. Upaya menyelamatkan Sam berhasil. Dia menjadi pria terakhir dalam penantian Sam untuk bebas dari cengkraman Ki Wedan.
Indi (Velove Vexia) adalah seorang gadis periang yang dunianya berubah total saat ia didiagnosa mengidap penyakit scoliosis ketika di bangku SMP. Karena kondisi kesehatannya ini, dia harus mengenakan besi penyangga tubuh (brace) selama 23 jam setiap hari. Sebelum masuk SMA dia berlibur ke Jakarta, dan di sinilah Indi berkenalan dengan Mika (Vino G. Bastian) lewat sebuah pertemuan tak terduga. Mereka lalu menjadi teman dekat. Mika yang cuek, seru, berani, dan selalu memandang hidup dengan santai dan positif perlahan bisa membantu Indi untuk kembali jadi gadis periang dan berani untuk melawan penyakitnya. Mika selalu punya cara untuk membuat Indi merasa bahagia di tengah siksaan penyakit yang diidapnya.
Indi menutupi hubungannya dengan Mika dari Ibunya (Donna Harun) karena dia tahu ibunya tidak suka dengan Mika yang jauh lebih tua dan bertato. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Mika mengungkapkan satu rahasia tentang dirinya: Ia mengidap penyakit AIDS.
Masalah mulai berdatangan ketika kondisi Mika yang semakin lemah dan masa lalunya mulai terungkap. Bapak Indi (Iszur Muchtar) dan Ibu dan teman-teman Indi mulai mengetahui soal Mika dan masa lalunya. Tetapi mereka tidak tahu hal-hal indah yang telah dilakukan Mika untuk Indi. Setelah kematian sahabatnya (Framly Nainggolan), Mika mundur dan meninggalkan Indi dengan penuh pertanyaan. Mika tahu waktunya telah dekat dan tidak mau Indi nanti merasa lebih sakit. Dibalik kesedihan Indi setelah ditinggal Mika, dia tahu bahwa Mika justru membuatnya semakin hidup dan berusaha untuk mengalahkan kondisi kesehatannya.
Warung Bakso Goyang Lidah milik Bang Kimbul, sudah lama bersaing sengit dengan warung bakso di depannya, Joget Lidah, milik Ibu Umi. Keduanya tidak mau mengalah, saling beradu, siapa yang lebih ramai pengunjungnya. Adalah Udjo anak bang Kimbul, yang diam-diam mencintai Salma, putri ibu Umi. Namun sayangnya, salma sedang mabuk asmara pada Jay, seorang pria mentereng, lulusan luar negeri yang jago bahasa Inggris, yang nampaknya sangat tertarik pada bisnis Bakso milik Bu Umi .
Di saat persaingan makin tajam hingga saling menjatuhkan dan mensabotase dengan berbagai cara. Tiba-tiba muncul warung bakso baru, SUPER DELICIOUS, yang mentereng interiornya, dengan fasilitas yang modern. Pemiliknya ternyata adalah Jay, yang diam-diam, selain mencuri ilmu, juga membajak Neneng, salah satu pegawai kepercayaan Ibu Umi yang jago membuat bakso.
Warung mereka tentu kalah bersaing. Dalam sekejap, semua pelanggan sudah beralih pada restoran Jay tersebut. Salma yang marah dan kecewa karena dikhianati, mengamuk, hingga akhirnya dimasukkan dalam penjara.
Ketika Udjo berhasil membebaskan Salma, mereka diminta oleh Ibu Umi dan Pak Kimbul untuk bersatu mengalahkan restoran Jay. Ternyata sejak kecil Udjo dan Salma adalah soulmate dalam membuat bakso. Sekarang keahlian masa kecil mereka menjadi senjata satu-satunya untuk merebut kembali langganan mereka. Dengan jogetnya yang asyik - yang hanya boleh dilihat, tapi jangan dipegang - Salma memang mampu berhasil membuat bakso yang lezatnya bukan main, namun bagaimana caranya merebut pelanggan lama mereka yang sekarang telah beralih pada bakso lain? Bukan pekerjaan gampang tentunya, bahkan harus bersiap mengorbankan semua usaha yang telah mereka rintis selama ini.
Janji Joni bercerita mengenai Joni (Nicholas Saputra)seorang pengantar roll film yang tidak pernah telat mengantar roll film antar bioskop. Joni yang telah bekerja sebagai pengantar secara turun-temurun ini bertekad untuk tepat waktu dan dapat diandalkan. Suatu hari saat dia bertemu dengan seorang wanita jelita (Mariana Renata)dan Joni menanyakan namanya. Tapi perempuan itu hanya akan memberitahukannya kalau Joni dapat mengantarkan roll-roll film tepat waktu hingga film yang ditonton tidak putus di tengan jalan.
Berbagai halangan harus dia lewati; mulai dari motornya dicuri ketika sedang menolong kakek buta menyeberang jalan, membantu persalinan istri supir taksi (Barry Prima)yang ia tumpangi, dipaksa menjadi figuran film, menolong cewek yang dijambret, Voni (Rachel Maryam Sayidina) yang ternyata malah membawa kabur roll filmnya, kemudian menjadi drummernya bandnya Voni dan Jeffrey (Fedi Nuril), ikut-ikutan dikejar massa yang meneriaki Voni yang telah mencuri barang mereka, hingga akhirnya bertemu dengan Adam Subandi (Sujiwo Tejo),seniman sinting sang pencuri tas yang hampir saja membakar tas Joni . Sementara itu,waktu sudah hampir habis untuk mengantarkan roll. Joni berpacu dengan waktu, seandainya dia gagal mengantarkan roll tersebut tepat waktu, dia tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu lagi dan film di bioskop tidak akan habis.
Agus (Ramon Y. Tungka) sedang patah hati dengan pacarnya tercinta, Nayla (Raihaanun Soeriaatmadja). Mereka sempat berhubungan jarak jauh karena Nayla harus menghilang untuk studi masternya ke negeri Kangguru selama 1 tahun, mendadak mendaulat putus karena ternyata Nayla telah berpacaran dengan Kevin (Gary Iskak). Sahabat Agus, Wawan (Ananda Omesh) dan pacarnya Raya (Richa Novisha) kontan disibukkan dengan mencoba ‘menghidupkan’ Agus kembali yang kehilangan gairah hidup karena patah hati.
Titik terang mulai muncul ketika Wawan dan Agus menemukan sebuah lembaga intelijen yang khusus menangani kasus patah hati bernama, Heart-Break.com. Perusahaan ini dipimpin oleh wanita menarik bernama Mbak Elza (Sophie Navita) yang dibantu oleh agen-agen lainnya seperti Ferdy (Edo Borne) dan Nadia (Shara Aryo).
Film ini bercerita tentang tokoh Emak, seorang wanita berusia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue. Ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling. Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik.
Bertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya yang rutin diadakan tiap tahun. Cerita berawal dari Alya (Ladya Cherill) yang tubuhnya memar karena kerap dipukuli sang ayah yang kerap cek-cok dengan ibunya. Alya adalah sahabat karib Cinta dengan teman-temannya yang lain. Seperti Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).
Di sekolah, juara lomba puisi tahun ini akan diumumkan. Seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun justru pemenangnya tahun ini adalah Rangga (Nicholas Saputra). Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, ia akan mewawancarai Rangga. Namun Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin". Saat Cinta berbicara dengan Rangga, ia melihat buku yang dipegang Rangga (buku AKU karya Syumandjaya). Lalu Cinta memberinya surat dan membuat Rangga emosi. Dan tanpa disengaja bukunya terjatuh. Cinta segera memungutnya. Dan membawa pulang buku itu untuk dibaca.
Cinta mengembalikan buku tersebut saat Rangga kebingungan mencarinya. Rangga pun berterima kasih pada Cinta. Semenjak itu mereka menjadi dekat. Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. Saat di Kwitang, Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya. Ia pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser.
Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Akhirnya Cinta pergi bersama Rangga. Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga. Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.
Keesokan harinya, Rangga menyapa Cinta. Namun Cinta justru berkata ketus agar Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga pun sepakat bahwa ia akan menjauh dari Cinta. Saat di rumah sakit Cinta berterus-terang pada Alya bahwa ia berbohong dan Alya pun tahu bahwa Cinta kencan dengan Rangga. Cinta tidak tahu bahwa saat ia berkata jujur, teman-temannya yang lain ada dibelakangnya. Cinta juga meminta maaf kepada teman-temennya yang lain.
Rangga yang saat itu akan berencana pindah sekolah ke San Francisco dari asal negara Amerika Serikat, mencoba menelepon Cinta untuk berpamitan. Namun Cinta justru tetap menjauh dari Rangga. Carmen yang saat itu sedang latihan basket melihat Rangga berpamitan pada Pak Wardiman, sang penjaga sekolah. Ia pun segera memberitahukan teman-temannya.
Cinta yang menyadari cinta sejatinya itu, segera menyusul ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Namun mobil Milly terjepit mobil lain. Mereka meminjam mobil Mamet (Dennis Adhiswara). Di sana Cinta bertemu dengan Rangga. Ia meminta Rangga untuk membatalkan niatnya sekolah di luar negeri. Namun Rangga tetap pergi meninggalkan Cinta-nya. Ia memberi Cinta buku yang pada halaman terakhirnya terdapat puisi Rangga yang berjudul "Ada Apa dengan Cinta?". Rangga berjanji akan kembali di saat bulan purnama tiba ke Bandar Udara Internasional San Fransisco.
Seperti apa rasanya menjadi jomblo alias tidak punya pasangan? Kalau hal itu ditanyakan pada empat sekawan Agus-Doni-Olip-Bimo. Kuliah di fakultas yang sama di sebuah universitas di Bandung, bisa dipastikan jawaban mereka bakal berbeda-beda.
Hal itu tidak mengherankan karena keempatnya memiliki karakter yang berbeda-beda. Agus adalah sosok pria idealis dalam hal cinta, impiannya adalah pacaran, menikah, kemudian menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Karena itu, jangan kaget kalau menurutnya wanita yang dicintai harus memiliki sifat keibuan.
Berbeda 180 derajat, Doni justru menggampangkan urusan cinta karena baginya pacaran adalah untuk mendapatkan seks. Dengan reputasi sebagai playboy kelas kakap, tentu saja tidak sulit baginya untuk mendapatkan wanita yang diinginkan.
Doni pula yang mengajarkan sahabatnya Olip cara menaklukkan kaum hawa. Hal ini dikarenakan Olip adalah seorang pria yang sangat pemalu, sampai-sampai selama tiga tahun ia hanya bisa memendam perasaan cinta terhadap gadis bernama Asri tanpa berani mengungkapkannya.
Lain lagi dengan Bimo, boleh dibilang pria satu ini kerap tidak beruntung dalam hal cinta karena fisiknya pas-pasan dan ia bukannya tidak sadar akan kenyataan itu. Pedihnya lagi saat berkenalan dan berjanjian untuk bertemu dengan Febi, gadis itu berpura-pura tidak mengenalnya setelah melihat sosok Bimo yang sesungguhnya.
Nama-nama pemeran film arahan sutradara handal Hanung Bramantyo ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi penikmat sinema Indonesia, mulai dari Christian Sugiono yang sempat dikenal sebagai kekasih Titi Kamal namun belakangan telah meraih popularitas tersendiri, Dennis Adishwara, Rizky Hanggono, dan si kocak Ringo Agus Rahman.
Selain mereka, masih ada wajah-wajah cantik yang kerap wara-wiri di layar kaca. Sebut saja seperti Rianti Cartwright yang dikenal sebagai VJ sebuah saluran musik, Nadia Saphira, Karenina Maria, dan Richa Novisha.
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang mempunyai nama panggilan Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil gelar finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan hidup Dika mencari jati diri.
Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problema timbul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka menjadi berbeda.
Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).
Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul “Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi.
Lulus S-1 dari sebuah perguruan tinggi yang memiliki pengaruh wibawa “kealiman”, tidak menyebabkan Azzam mendapat kemudahan dalam segala urusan. Dia bahkan gamang untuk mendapatkan pekerjaan yang pas. Belum lagi cibiran tetangga yang mengira bahwa lulusan Al-Azhar University otomatis menjadi kiyai, atau ulama besar. Itu kenapa sang ibu menjadi gelisah, bahkan menyuruh adik Azzam, Husna untuk mencarikan pekerjaan, apa saja yang penting asal kesannya bekerja, keluar dari rumah.
Dengan latar belakang pengalaman berwirausaha selama di Mesir, Azzam pun tidak patah semangat untuk membangun usahanya sendiri. Tetapi bagaimana dengan menikah, hal yang selalu disinggung oleh ibunya. Wanita yang ia dambakan, Anna Althafunnisa telah dipinang sahabatnya sendiri. Sedangkan dengan Eliana yang jelas-jelas menaruh hati padanya belum bisa ia terima, karena ia masih mendambakan wanita muslimah. Azzam pun berusaha mencari tambatan hatinya, walaupun cukup banyak hambatan yang ia hadapi, yang kemudian membuatnya hampir putus asa.
Berlatar belakang kegilaan anak muda akan Twitter dan jejaring sosial, #RepublikTwitter adalah cerita tentang Sukmo (Abimana Aryasatya), lelaki jogja yang ambisius, lucu dan cerdas. Sukmo menjalani kesehariannya leih banyak dibelakang komputer, hingga ia jatuh cinta kepada Hanum (Laura Basuki), perempuan cantik yang pemurung, yang dikenalnya juga melalui twitter. Bagi Sukmo, dunia twitter adalah dirinya, apa adanya. sedang bagi Hanum, twitter adalah bentuk pelariannya, alter ego bagi keceriaan yang tidak pernah muncul dihari-harinya. Mereka dekat dan berkisah, tapi, dunia maya tak akan pernah memuaskan siapapun yang benar-benar hidup didunia nyata. dan ternyata Sukmo masih menapakkan kakinya didunia nyata, ia ingin bertemu dengan Hanum. Sukmo berangkat Jakarta, bersama sahabatnya, Andre (Ben Kasyafani).
Sukmo lupa satu hal, ada kelas sosial didunia nyata, dan itulah yang baru dia sadari ketika bertemu dengan Hanum. Selanjutnya adalah kerja keras Sukmo untuk membuat dirinya lebih terlihat, lebih percaya diri dan dekat dengan Hanum. menjadi seseorang yang setara dengan nya. Sukmo bekerja diibidang yang menjadi keahliannya, bisnis 140 karakter di Twitter. Tapi inilah yang menjebak dirinya kedalam pasir hisap yang semakin mengikat, Bisnis pencitraan politik berbasis jejaring sosial yang digawangi Kemal (Tio Pakusadewo) dan Belo.
Perjalanan cinta Sukmo mendapat ujian yang berat. Tapi begitulah cara meraih mimpi, pengorbanan. Bersama Andre dan kekasihnya Nadya (Enzy Storia), Sukmo berjuang untuk apa yang selama ini maya, menjadi nyata: Hanum.
Masih Pentingkah Kita Berbeda? Inilah tagline film terbaru Hanung Bramantyo berjudul ‘?’ (Tanda Tanya). Saat keberagaman dan toleransi yang harusnya terkait harmonis terusik oleh sebuah perbedaan prinsip dasar seorang manusia.
Bercerita mengenai konflik keluarga yang memiliki latar belakang berbeda di dalam satu kampung yang yang dikelilingi mesjid, gereja dan klenteng sebaga ornament indah dalam bermasyarakat. Saat hubungan keluarga dan pertemanan berpadu dalam sebuah perbedaan pandangan, suku, agama dan status sosial.
Keluarga Tan Kat Sun (Hengky Sulaiman) memiliki sebuah restoran masakan Cina yang tidak halal. Namun sang pemilik restoran terkenal sangat toleran dengan para pekerjanya yang kebanyakan dari kalangan muslim. Bahkan ia memisahkan seluruh alat masaknya untuk masakan yang halal dan tidak halal.
Di tempat lain Soleh (Reza Rahadian) memiliki seorang istri yang cantik dan taat bernama Menuk (Revalina S Temat) yang bekerja di restoran milik Tan Kat Sun. Soleh adalah seorang suami dan bapak tanpa pekerjaan yang sedang berusaha keras agar menjadi kepala keluarga yang bertangung jawab.
Sedangkan Rika (Endhita) seorang janda beranak satu yang harus dikucilkan keluarganya karena berpindah agama menjalin hubungan dengan Surya (Agus Kuncoro) seorang pemuda tanpa pekerjaan tetap. Ketiga latar belakang ini dikemas cerdas oleh sang sutradara menjadi sebuah film yang sarat makna dan pesan yang baik untuk dijadikan pelajaran bagi siapapun yang menontonnya.
Film ‘?’ (Tanda Tanya) memang menyentuh isu yang sangat sensitif. Saat tema perbedaan keyakinan dan pandangan diangkat ke layar lebar. Namun kisah film ini memang diangkat berdasarkan sebuah kejadian nyata yang terjadi di Mojokerto Jawa Timur. Jika akhirnya sebuah kesadaran menemukan kesamaan pandangan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, maka konflik yang harusnya terjadi akan hilang dengan sendirinya.
Sebuah potret drama kehidupan di negara ini yang seharusnya bisa terselesaikan dengan indah jika sikap saling menghargai satu sama lain ada dalam diri kita. Sebuah sikap saling mengerti sangat dibutuhkan dalam memandang keragaman yang ada di Indonesia.
Tekanan batin yang hebat bisa membuat seseorang yang semula biasa-biasa saja menjadi beringas, setidaknya hal itulah yang ditunjukkan oleh seorang siswa SMU bernama Joshua yang mendadak melakukan tindakan nekat menyandera beberapa orang temannya di sekolah.
Selidik punya selidik, ternyata motif pemuda itu adalah dendam dan keinginan untuk mendapat perhatian dari lingkungannya. Semua itu ternyata mempunyai kaitan dengan latar belakang keluarga dan perlakuan teman-temannya saat menempuh pendidikan.
Di rumah, Joshua adalah seorang anak yang mendapat didikan ekstra keras dari kedua orangtuanya. Bila melakukan kesalahan, sang ayah tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik sementara ibunya seolah tidak perduli dengan kejadian tersebut.
Nasibnya tidak lebih baik saat berada di sekolah. Karena sifat yang tertutup dan cenderung pemalu, Joshua menjadi bulan-bulanan rekan-rekannya yang dikomandoi oleh jagoan basket Jerry, Matius, dan Mike yang dikenal sebagai playboy. Sudah tentu, hal ini membuat pemuda itu stres berat, sampai-sampai memerlukan bantuan seorang psikiater.
Apes baginya, bantuan tersebut ternyata malah membuatnya semakin tertekan apalagi setelah sang kekasih yang adalah bunga sekolah Katie memutuskan hubungan akibat sikap Joshua yang semakin aneh. Perubahan mulai terjadi, nilai pelajaran yang semula memuaskan mendadak melorot drastis.
Setelah sempat membawa belati namun ketahuan, Joshua yang tidak tahan lagi akhirnya membeli pistol rakitan dan mengambil tindakan drastis. Apalagi menurutnya, teman-teman di sekolah selama ini hanya berpura-pura baik terhadapnya.
Film diawali dengan dua orang polisi bernama Eros (Ario Bayu) dan Hendro Waluyo (August Melasz) yang menginvestigasi sebuah kasus pembakaran lima orang oleh massa karena kelima orang itu diteriaki maling. Kemudian film berlanjut ke kehidupan seorang jurnalis yang hidupnya gamang karena diceraikan istrinya Sari (Shanty) dan dibebastugaskan dari pencarian bertianya, Janus (Fachri Albar). Janus mempunyai sebuah penyakit bernama Narkolepsi yang dimana sang penderita terlalu berkerja keras sedikit, maka ia akan jatuh tertidur. Setelah terlambat dari sidang perceraian, Janus meneliti kasus pembakaran lima orang, dimana ia bertemu dengan seorang wanita hamil bernama Ratih yang mana merupakan istri salah satu korban. Tidak bisa mendapat informasi, Janus menyembunyikan sebuah tape recorder disela-sela pot tumbuhan dekat Ratih yang saat itu tengah berbicara dengan seorang perawat. Lalu, saat Janus keluar dari rumah sakit sebentar, ia melihat Ratih ditabrak oleh bus dan mobil, dan narkolepsi Januspun berjalan. Ia kemudian terbangun di rumah sakit dan mengambil kasetnya.
Malamnya, Janus bersama temannya Soebandi makan malam dan mendengarkan bersama hasil rekaman. Saat rekaman, tiba-tiba terdengar sebuah lantunan prosa berbahasa jawa berbunyi: Wonten Bukit Bendonowongso, wonten ngajeng Candi Pitu Anak Tangga (Ada di Bukit Bendonowongso, adanya di depan Candi Tujuh Anak Tangga). Setelah selesai, Janus berpisah dengan Soebandi yang sudah berkemas dan pergi ke rumahnya yang kos. Soebandi terus diikuti sesosok makhluk bernama Pindoro (Jose Rizal Manua) yang berakhir dengan dirinya terpenggal oleh sesuatu. Keesokan harinya, Janus dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi Eros, saat Eros meninggalkannya sebentar, seorang kepala polisi bernama Bambang (Frans Tumbuan) memaksanya untuk memberitahu isi rekaman miliknya.
Esoknya, setelah meminta alamat dari rumah sakit Janus pergi ke rumah Ratih. Disana, ia menemui seorang penduduk disana yang menceritakan bahwa Ratih, suaminya, dan ayahnya Ronggoweni (Sujiwo Tejo) meninggal dalam jangka waktu seminggu. Yang misterius, pada malam hari dulu, banyak para pejabat bertamu ke rumah Ronggoweni tersebut tanpa mengetahui maksud kedatangannya. Setelah mendapat informasi tentang anak Ronggoweni yang termuda, Ranti (Fahrani) yang kini bekerja sebagai penyanyi klub malam, Janus pergi menuju tempat Ranti dan menanyakannya perihal misteri prosa yang dikatakan Ratih. Ranti memperingatkan bahwa kalimat itu tidak boleh diberitahukan kepada orang lain, apabila hal itu dilakukan, salah satu dari kedua orang itu harus mati. Pada saat itu Ranti tengah berjalan pulang dan diculik sekelompok orang, Janus yang melihat, ketahuan oleh para penculik Ranti dan turut membawa Janus. Janus terbangun dan menemukan dirinya terikat di depan seorang menteri Budaya, Haryo Wibowo (Arswendi Nasution) yang kini mempertanyakan pembicaraannya dengan Ranti. Lalu, Janus disiram minyak tanah dan dilempari rokok Haryo sebelum Janus berada dalam narkolepsinya.
Eros datang lagi ke TKP pembakaran. Disana lewat keterangan seorang saksi, Eros mendapatkan ciri-ciri perempuan yang meneriaki kelima orang itu maling, hubungan darah dengan salah satu korban, dan kenyataan salah satu korban memakai kalung berbandul laba-laba. Kemudian Eros mendatangi rumah Ronggoweni, disana ia menemui Pindoro kendati tidak dibunuh. Esoknya Eros dan Hendro berbicara mengenai kemerosotan moral dan kolaps yang terjadi di negara ini, Hendro berkata bahwa sebentar lagi akan datang Ratu Adil yang akan membawa negara itu pada kemakmuran, namun Eros cenderung skeptis. Hendro juga memberitahu Eros dibicarakan oleh Pak Bambang dan memberitahu Eros bahwa keluarga Ranti itu adalah keluarga ajudan presiden pertama. Erospun mecari berita di perpustakaan dan menemui beberapa informasi seperti pelantikan Ronggoweni dan perburuan harta karun presiden pertama.
Janus terbangun dan berada di ruangan tempat ia disekap, namun sudah kosong. Januspun kembali ke rumahnya dan bertemu dengan Sari. Sari meminta maaf kepada Janus dan pada malam itu mereka kembali berhubungan. Pada paginya, Janus menceritakan perihal kalimat Ratih kepada Sari, dan Sari tahu lokasinya. Kemudian Sari pergi ke boks telepon dan memberitahu Haryo tentang lokasi harta itu. Dan mereka berdua bertemu di luar kota, Sari ditembak Haryo dan Haryo yang saat itu sudah mengetahui lokasinya, dikejar oleh Pindoro dan berakhir dengan kepalanya yang terpenggal. Janus yang berada di jalan menemukan liputan TV yang menayangkan kematian Sari, terpukul, Janus pergi ke atas gedung dan loncat dari sana. Janus kemudian dikembalikan ke tempat tidurnya oleh Pindoro secara misterius saat Janus yang loncat terkena narkolepsi, lalu sekelompok orang datang dan menyekapnya, meminta Janus menunjukkan lokasi harta itu, dan sang pengkomandonya adalah Pak Bambang dan seorang Menteri.
Di sisi Eros, kini ia dan Hendro tengah bermaksud menggali makam Ronggoweni untuk visum, disana ia bertemu Ranti dan terpaksalah Ranti bercerita. Dikatakan Ronggoweni mengetahui tentang harta karun yang sering diperebutkan dan dicari pejabat, dan hanya boleh ada satu orang yang bisa mengetahui lokasi harta karun tersebut dan lainnya harus mati karenanya. Kakak ipar Ranti, yakni si korban yang dibakar, memaksa Ronggoweni untuk menceritakan lokasi itu kepadanya, setelah sang menantu pergi, Ronggoweni bunuh diri. Si kakak ipar menceritakan lokasi itu kepada kakak Ranti dan keduanya meninggal pada hari yang sama, saat itulah Janus (namun tidak diketahui Hendro, Eros, dan Ranti) mendengar lokasi harta dan menyampaikan bahwa ia tahu lokasinya secara tidak langsung. Mereka bertiga pergi ke perpustakaan untuk mendapat jawaban. Terungkap sejarahnya, harta itu merupakan pemberian raja-raja Nusantara kepada generasi berikutnya, sebagai modal berdirinya negara kesatuan. Presiden pertama yang tahu akibat harta itu akan berbuntut panjang, memerintahkan sembilan orang kepercayaannya untuk menyembunyikan harta itu. Setelah membaca di buku lain, Hendro menemukan fakta mengenai Pindoro. Dan Pindoro tidak bisa membunuh karena dia berasal dari alam gaib, jadi, manusialah yang membunuh orang-orang itu. Pada saat itu, Pindoro berada disamping Ranti dan mereka berdua menghilang bersama.
Seiring kalimat yang dibaca Hendro mengenai ramalan Jayabaya yang mengatakan rahasia harta berbunyi: "Saat negara baru (republik) berusia setengah abad, perebutan harta karun akan semakin hebat. Satu (manusia) akan menjadi pemegang rahasia tersebut yang bisa dipercaya, dia akan dikenal sebagai Sang Penidur", Janus yang tidak mengetahui dirinyalah sang penidur, menceritakan lokasi kepada orang-orang yang berada di bus, niscaya, Pindoro memindahkan Ranti ke bus itu dan Ranti membunuh semua orang kecuali Janus. Akhirnya Janus dipindahkan ke mobil para perencana dan pergi ke lokasi harta. Hendro menarasi lagi, kali ini menerangkan Ranti yang sebenarnya sebagai pelindung sang penidur. Di lokasi harta, saat ingin mengangkut harta-harta tersebut, Ranti datang dan membunuh semua orang kecuali Janus, saat itu Eros yang membuntuti Pak Bambang keluar, dan karena ada dua orang yang mengetahui lokasi harta itu, maka salah seorang dari Janus atau Eros harus mati. Namun kemudian Ranti berlutut dihadapan Eros, terbukalah fakta bahwa Eroslah selama ini sang Ratu Adil dan tujuan Pindoro memperlihatkan wujudnya kepada Eros sebagai pertanda. Akhirnya, Janus, Eros, Ranti, dan Pindoro berjalan berbalik meninggalkan bukit Bendonowongso.
Film diakhiri dengan Hendro yang menarasikan epilog kisahnya: "Pada saatnya, sang penidur akan menyampaikan rahasia harta kepada sang ratu adil. Pemimpin yang akan membawa bangsa ke pintu kemakmuran. Di sebelah bukit ketiganya akan bertemu. Tapi pertemuannya (ketiganya) adalah sebuah perjuangan yang berat. Karena sejak saat itu kejahatan juga akan bersatu untuk membuat mereka gagal. Perang, penyakit, bencana akan datang silih berganti menguji perjuangan mereka."