etelah rantai kematian di sebuah sekolah SMP, baru siswa pindahan Koichi Sakakibara (Kento Yamazaki) berubah menjadi seorang gadis misterius (Ai Hashimoto) yang memegang kunci misteri gelap ...
Pada musim semi 1998, (Kento Yamazaki) ayah 15 tahun Koichi Sakakibara yang pergi ke luar negeri dan Koichi Sakakibara pergi untuk tinggal bersama bibinya Reiko Mikami (Ai Kato), yang tinggal di daerah pegunungan. Tidak lama setelah ia bergerak dengan bibinya, ia runtuh akibat serangan pneumotoraks dan menjadi rumah sakit. Suatu hari, di lift di rumah sakit, Koichi bertemu seorang gadis cantik mengenakan seragam dan penutup mata. Koichi hanya menatap padanya. Gadis cantik mengatakan sesuatu yang aneh dan kemudian menghilang di kamar mayat rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Koichi pergi ke sekolah barunya. Dia menemukan gadis cantik, Mei Misaki (Ai Hashimoto) juga di kelasnya. Koichi tidak merasa nyaman, karena semua teman-teman sekelasnya dan bahkan bertindak gurunya seperti gadis tidak ada.
Dibesarkan di bawah cengkeraman dan kendali ibunya (Rebecca De Mornay) yg fame-hungry, Janet Slate (Julianne Michelle) memutuskan untuk pindah ke gedung bertingkat tinggi sebuah apartemen besar di pusat kota Detroit.
Beberapa transaksi yg terlalu mulus, ternyata menyebabkan petaka. Salah satu teman kencannya (pacar), Mark (Corey Sevier) menemukan Janet tewas di tengah jalan setelah jatuh dari tiga belas balkon di atas.
Kakaknya, Lara (Mischa Barton) mencoba untuk menyelidiki misteri apa yg terjadi, pergi ke apartemen dan bertemu tetangga yg aneh di gedung, termasuk seorang gadis menakutkan berusia 9 tahun, yg ternyata tahu alasan sebenarnya Janet jatuh.
Lara segera menyadari bahwa kematian adiknya, mungkin berasal dari mantra, dan nasib yg sama bisa terjadi padanya kecuali dia bisa mengatasi kejadian aneh yg meneror penduduk di apartemen 1303 tersebut.
Mencari seorang mahasiswa yang hilang, dua penyelidik swasta masuk ke rumah yg ditinggalkan dan mencari koleksi lain kaset VHS misterius. Dalam melihat isi yg mengerikan disetiap kaset, mereka menyadari mungkin ada motif di balik hilangnya siswa yg menakutkan.
Ketika sekelompok penjahat kecil disewa oleh pihak misterius untuk mengambil sesuatu yg langka dari sebuah rumah kumuh di antah berantah, mereka segera menyadari bahwa pekerjaan ini tidak akan semudah yang mereka pikir.
Di ruang tamu, tubuh tak bernyawa memegang pengadilan sebelum hub set televisi tua, dikelilingi oleh tumpukan pada tumpukan kaset VHS. Ketika mereka mencari orang yang tepat, mereka diperlakukan dengan sejumlah tampaknya tak berujung video mengerikan, masing-masing lebih aneh dari yang terakhir.
Ceritanya sendiri berputar pada tiga karakter utama; seorang perempuan bernama Pun dan kekasihnya Nat serta seorang biksu yang sedang menjalani ritual. Pun dan Nat memiliki karma yang jelek sehingga selalu dikejar-kejar oleh mimpi buruk yang menakutkan. Untuk membersihkan karma jelek tersebut, mereka harus mengunjungi 9 kuil (wat) dan berdoa untuk keselamatan mereka. Bersama sang biksu, mereka bertiga akhirnya melakukan perjalanan spiritual mengunjungi 9 kuil.
Phobia 2 dibuka dengan film berjudul "Novice" dimana diceritakan seorang remaja super nakal terpaksa menjadi seorang biarawan setelah mencelakai orang. Hal itu dilakukan sang ibu untuk melindunginya. Tapi kenakalan sang bocah justru membuatnya harus berurusan dengan hantu penunggu disana. Cerita kedua berjudul "Ward". Kali ini settingnya ada disebuah Rumah Sakit dimana baru ada pasien masuk, seorang remaja bernama Arthit yang baru mengalami kecelakaan. Disana dia ditempatkan satu ruangan bersama orang tua yang udah sekarat dan terlihat begitu misterius. Malam Arthit disana harus dihabiskan dengan pengalaman mencekam. Cerita ketiga adalah "Backpacker" yang menceritakan 2 turis Jepang yang menumpang sebuah truk yang didalamnya ternyata terdapat sebuah hal aneh, dan akhirnya mereka sadar sedang berhadapan dengan segerombolan zombie.
Yang keempat berjudul "Salvage" yang berisi tentang seorang dealer mobil bekas kecelakaan bernama Nuch yang menghabiskan malamnya dengan diteror arwah penghuni mobil dan mendapat kecemasan karena sang anak menghilang. Phobia 2 ditutup dengan sebuah cerita horror komedi berjudul "In The End". Kuartet Ter, Puak, Shin and Aey yang di 4Bia juga tampil kali ini kembali. Mereka menjadi sebuah kru film yang sedang mengambil sebuah ending untuk film horor. Masalah datang setelah sang pemeran hantu justru sekarat dan dinyatakan meninggal. Yang mengagetkan, dia kemudian tiba-tiba muncul dilokasi syuting.
Steve (Craig T. Nelson) and Diane Freeling (JoBeth Williams) adalah sepasang suami istri yang hidup di sebuah kota kecil bernama Cuesta Verde. Mereka mempunyai tiga anak, yaitu Dana (Dominique Dunne ), Robbie (Oliver Robins) dan Carol Anne (Heather O’Rourke). Mereka berlima hidup tenang dan bahagia sampai suatu hari beberapa kejadian misterius mulai terjadi di rumah tersebut. Peristiwa poltergeist dimana benda-benda bergerak dengan sendirinya terjadi di rumah tersebut. Awalnya hal tersebut tidak terasa menakutkan, malah memberikan hiburan sendiri bagi mereka melihat sebuah kursi bisa bergerak dan hal-hal unik lainnya. Bisa dibilang pada awalnya kejadian paranormal tersebut tidaklah mengerikan dan tidak terasa adanya ancaman bagi keluarga tersebut. Sampai suatu hari gangguan tersebut berubah menjadi teror yang menyeramkan dimana semua berpuncak pada hilangnya si bungsu Carol Anne. Benarkah ada sekelompok makhluk halus yang menculik Carol Anne?
Farah terpaksa kembali dari Melbourne ke Jakarta. Adiknya bernama Rika yang masih SMU sendirian di Jakarta kerena ibunya meninggal. Sampai di Jakarta, Farah menemui dua hal yang membuatnya harus berpikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya lagi: menjaga Rika dan keuangan keluarga mereka yang sudah mendekati angka nol Farah sendiri tidak pernah benar-benar tahu masalah keluarganya. Semenjak ia lulus SMP, Farah melanjutkan SMA dan kuliah di Melbourne. Ibunya ternyata sudah menjual rumah mereka untuk kehidupan mereka dan biaya pendidikan Farah di Melbourne. Mereka terus tinggal di rumah kontrakan yang cukup besar namun sekarang akhirnya menyulitkan karena biaya sewa yang tidak murah.
Farah panik. Ini semua terlalu tiba-tiba untuknya. Tapi di surat wasiat ibunya ada berita. Mereka masih memiliki rumah pertama ibu mereka. Rumah yang ibunya pikir adalah investasi yang bagus kerena berada di daerah yang mewah. Tapi sampai sekarang, berulang kali rumah itu coba dijual namun tak pernah laku. Karena beritanya adalah bahwa itu rumah kentang, rumah yang penghuninya hantu anak kecil. Kerena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika terpaksa pindah. Tak mungkin meneruskan rumah kontrakan yang sekarang. Dengan sisa-sisa uang yang ada, Farah menata ulang rumah itu seadanya. Ia merawat Rika, adik yang tak benar-benar dekat dengannya. Rika, anak yang sudah kehilangan kedua orang tuanya menjadi pendiam. Farah merasa sendirian. Namun ia tak benar-benar sendirian. Farah merasa ada yang mengawasinya. Farah mulai terganggu. Rika ketakutan.
Pee Mak yang sedang berperang mengalami luka tembak yang parah. Dikarenakan kerinduan dan rasa cinta terhadap istrinya yang sedang hamil tua, Nang Nak, sangat besar, Pee Mak berjuang mati- matian untuk survive di medan perang tersebut. Setelah masa tugasnya selesai, Pee Mak beserta 4 temannya; Ter, Aey, Shin, dan Puak, mengunjungi sang istri yang tetap setia menanti.
Ke-4 temannya tersebut mencurigai ada sesuatu yang aneh di diri Nak. Selain itu penduduk sekitar sangat takut terhadap Nak dan berusaha memperingatkan Mak bahwa Nak sudah meninggal beberapa bulan yang lalu dan yang kini tinggal bersama Mak adalah hantu penasaran Mak yang tidak rela berpisah dari suaminya. Kini adalah tugas Ter, Puak, Aey, dan Shin yang harus meyakinkan Mak untuk menjauh dari Nak.
Thongsuk dan Nam telah bersahabat sejak kecil. Menginjak bangku remaja, Thongsuk yang menderita gangguan autis kerap menjadi bahan olok-olok temannya. Jack yang menaruh hati pada Nam mengajaknya berlibur bersama Boy serta kekasih lesbian Pui dan Beam ke pulau terpencil tanpa sepengetahuan Thongsuk.
Di luar dugaan, Thongsuk berhasil menyusul. Jack dan Boy yang kesal menguncinya di kuil yang dipercaya pernah menjadi TKP pembantaian massal di waktu lampau oleh arwah jahat. Menjelang Jumat tanggal 13, sejarah tersebut pun terancam berulang.
Heaven & Hell menampilkan 3 kisah horor yang berbeda yang menampilkan kejadian supernatural yang terekam lewat kamera CCTV. Tetapi walaupun secara garis besar filmnya menampilkan penampakan lewat CCTV, film ini bukanlah film found footage seperti film Paranormal Activity atau [REC].
Tidak lama setelah menaiki pesawat yang akan terbang dalam acara kunjungan kelas ke Paris, Alex Browning (diperankan Devon Sawa), mendapat penglihatan bahwa pesawat yang dinaikinya, Boeing 747 Volee Air Penerbangan 180 akan meledak tidak lama setelah lepas landas. Alex berusaha untuk membatalkan penerbangan pesawat itu dan membuat keributan di pesawat. Setelah keributan itu, akhirnya dia dikeluarkan dari pesawat dengan salah satu gurunya, dan beberapa siswa lain yang juga membatalkan pemberangkatan karena diperintah untuk menjaganya. Hanya beberapa saat setelah pesawat lepas landas mereka menyaksikan pesawat yang sebelumnya mereka tumpangi itu meledak, menewaskan seluruh penumpang yang berada di pesawat, seperti teman baiknya, George (saudara kembar Tod) dan pacar Alex dan Tod, Blake Dreyer (Christine Chatelain) dan Christa Marsh (Lisa Marie Caruk). Sedangkan mereka yang selamat, awalnya lolos dari kematian, namun kehidupan mereka hanya tinggal sebentar, rangkaian kematian misterius yang mengerikan mulai menghantui mereka.
This British movie is about a group of inept criminals who decide to rob a bank so they can save their grandfather's retirement home from being demolished by developers. Meanwhile on another building site some workers dig up an old graveyard and they get bitten by the "undead" which sets off a chain reaction. Then the bank robbers are cornered by the police while in the process of the robbery, but when they exit they find that they are all dead as a result of the horde of zombies. They have to get to the retirement home before the zombies do!
Para sahabat yang berlibur di suatu pulau untuk bersenang-senang, secara tiba- tiba mereka harus bertemu dan menyelamatkan diri dari zombie penghuni pulau itu. Namun kisah ini akan bercampur dengan hal yang tidak biasa, ketakutan, komedi dan persahabatan. Dapatkah mereka selamat dari serangan zombie?
Film ini menceritakan sebuah girlband baru bernama "Pink Dolls" yang baru memulai debutnya. Namun, kepopuleran mereka jatuh sebagai girl band yang payah dan tidak menarik.Hal ini lebih banyak dikarenakan tidak adanya kekompakkan di antara mereka. Eunjung adalah pemimpin tim sekaligus yang tertua adalah seorang mantan penari latar grup band lain. Alhasil, bukannya dihargai, Eunjung sering mendapat hinaan dari anggota Pink Dolls yang lain. Je ni adalah pemimpin vokal yang bisa mencapai nada tinggi, tidak pernah puas dengan kepemimpinan Eunjung, terutama ia merasa Eunjung terlalu tua untuk menjadi anggota girlband mereka. Ah Rang adalah anggota termuda dan merasa dirinya paling cantik, namun selalu merasa iri karena kecantikkannya tidak mampu menjadikannya vokalis utama. Sedangkan Sin ji adalah penari utama yang kasar, sok, dan merasa dirinya lebih hebat dibanding Eunjung yang hanyalah penari latar. Meskipun Sin Ji pun sebenarnya adalah mantan anggota grup "Pure", namun belum debut.
Ketidakkompakan mereka terus menerus menambah beban Eunjung. Apalagi pimpinan manajemennya menginginkannya untuk menjadi tenar dengan jalan yang salah, yakni memberikan tubuhnya untuk seorang produser muda yang ternyata membiayai mereka, Lee Tae-yong. Hingga pada suatu hari mereka harus pindah studio, ke sebuah studio murah bekas bangunan studio lama yang pernah terbakar dan menyebabkan banyak korban jiwa termasuk para girlband, produser, dan pihak manajemen.
Tanpa sengaja, Eunjung menemukan sebuah video lama berjudulkan 'White' di studio menari. Akhirnya, karena lagu tersebut tidak pernah dirilis, maka pimpinan manajemen memutuskan lagu tersebut akan dipakai sebagai album kedua mereka. Tanpa diduga, lagu tersebut meledak di kalangan remaja, sehingga mereka mendadak menjadi idola baru. Dari Pink Dolls yang bukan apa-apa menjadi idola yang bahkan mampu menyaingi idola lama "Pure".
Akan tetapi, kecemburuan dalam girlband ini semakin meruncing saat manajemen memutuskan untuk memilih vokalis utama yang notabenenya akan menjadi pusat perhatian sebagai idola. Namun tanpa disadari oleh mereka, saat persaingan itu meruncing di antara mereka, dendam lama di balik lagu White ternyata juga menggelora. Keanehan demi keanehan tidak wajar terjadi. Je ni yang awalnya di daulat sebagai vokalis utama terlilit mikrofon di ruang studio dan akhirnya masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri. A Rang yang menduga kalau kecelakaan Je Ni adalah ulah orang dalam yang iri, mendapati wajahnya mulai rusak dan mulai stres. Saat ia di daulat menjadi pusat perhatian, ia mengalami kecelakaan dan jatuh saat shooting video klip.Shin Ji, yang mengikuti acara 'Survival Challenge' mengalami kecelakaan dan jatuh tertindih kamera.
Hanya Eunjung menyadari kalau keanehan ini dimulai sejak mereka menyanyikan lagu White. Bersama sahabatnya, Soon-ye, ia menemukan fakta adanya tragedi berdarah di balik lagu White. Seorang anggota girlband pernah bunuh diri di bangunan itu akibat tidak tahan terhadap tekanaan anggota girl band lain yang iri atas kemampuannya dalam menulis lagu dan koreografi. Setelah gadis itu menjadi vokalis utama, anggota yang lain menjadi iri. Wajahnya dirusak apalagi karena ia menjadi umpan bagi produsernya pada saat itu. Dengan dendam yang membara dalam hatinya, sang pencipta lagu white ini pun bunuh diri dengan meminum obat pembersih lantai. Anggota lain pun mengaku sebagai White yang baru dan menyanyikan lagu itu. Namun pada saat shooting video klip, ia merasa dihantui dan menemukan penari latarnya lebih satu orang. Akhirnya karena merasa tertekan, ia membakar sebuah surat peninggalan White. Namun white yang terus menghantuinya akhirnya membuat api di suratnya itu membakar seluruh bangunan termasuk orang-orang di dalamnya.
Akan tetapi, Eunjung dan sahabatnya salah paham dan mengira penyanyi pengganti itu adalah White. Eunjung yang merasa kutukan dalam lagu itu telah berhenti, menjadikan dirinya 'White' yang baru. Ia menjadi idola nomor satu dan digilai dimana-mana. Sikapnya menjadi berubah dan ia mengaku kalau lagu dan tarian White adalah ciptaannya. Sampai saat Soon Ye menyadari kalau kutukan itu masih berlanjut. Ia pun mati-matian menyelamatkan Eunjung, namun terlambat. Saat Eunjung tampil di acara penghargaan, the Music Fever Charts, dan memenangkannya, ia menemukan penarinya lebih. Dan kemunculan "White" asli yang hanya bisa dilihat oleh Eunjung dan Soon Ye yang kemudian merenggut nyawa Eunjung di atas panggung ketenaranya.
Film yang bercerita tentang manusia dan vampir ini mengambil setting di kota Barrow di negara bagian paling utara Amerika yaitu Alaska. Setiap kali memasuki musim dingin, Barrow adalah wilayah yang terputus dari peradaban. Selama 30 hari, distrik paling utara di Alaska itu menjalani 'rutinitas' rutin, yaitu terisolasi dari negeri induk mereka, Amerika Serikat, akibat badai salju yang merintangi jalur transportasi dan komunikasi.
Tak hanya badai salju, kota ini juga akan mengalami kegelapan panjang selama 30 hari. Hal ini memungkinkan terjadi karena perputaran poros bumi mengalami pergeseran sekian derajat setiap tahunnya sehingga mengakibatkan beberapa bagian utara bumi tidak mendapatkan sinar matahari.
Setelah berabad-abad tinggal dalam kegelapan, setiap pagi bersembunyi agar tidak musnah oleh sinar matahari, vampir merasa menemukan tempat baru di mana mereka bisa melanjutkan hidup abadinya tanpa merasa kelaparan. Segelintir kaum terkutuk yang tersisa dan masih bertahan di bumi ini juga tak perlu lagi bersembunyi meski pagi menjelang.
Menjelang kegelapan datang, terjadi kematian misterius anjing-anjing peliharaan dan rusaknya sebuah helikopter. Tak hanya itu, petugas penjaga gardu listrik tewas dengan kepala terpenggal dan pasokan listrik dan komunikasi terputus.
Sebelumnya, sheriff Eben Oleson (Josh Hartnett) menemukan beberapa ponsel milik penduduk yang hilang ditemukan telah berubah bentuk menjadi arang. Kecurigaan jatuh ke seorang pendatang yang tidak diketahui namanya (Ben Foster), setelah ia melakukan sebuah insiden di kafetaria setempat.
Ketiadaan sinar matahari dan listrik menjadi keuntungan para vampir untuk menguasai kota. Sang sheriff pun menentukan status berbahaya bagi Burrow. Dia meminta penduduk untuk tidak meninggalkan rumah dan berjaga-jaga dengan senjata mereka.
Namun semua sia-sia, para vampir pun dengan mudah menebar teror di kota ini tanpa ada kesempatan bagi penduduk untuk menyelamatkan diri atau meminta bantuan dari luar. Dalam sebuah serbuan kilat, vampir-vampir itu membantai seluruh penduduk kota tanpa pandang bulu. Dari anak kecil hingga lanjut usia.
Makhluk berkuku panjang itu menggigit, menghisap darah, bahkan sebelumnya menyiksa para korbannya. Mereka juga sengaja tidak menjadikan penduduk kota menjadi seperti mereka, karena mereka menganggap manusia hanya sebagai santapannya saja. Dengan kejam, mereka membantai manusia, Barrow pun menjelma kota mati dengan mayat bergelimpangan, hingga tersisa hanya beberapa saja.
Di antara yang tersisa ini, terdapat Eben Oleson, Stella Oleson (Melissa George), Jake Oleson (adik Eben), dan para kawan-kawannya. Mereka harus bertahan hidup selama 30 hari hingga badai salju lewat dan cahaya matahari kembali menyinari.
Sebuah duel tak seimbang terjadi antara Eben dan pimpinan vampir, Marlow (Danny Huston) pada malam terakhir. Mampuhkah Eben menyelamatkan kawan-kawanya dari serangan vampir? Bagaimana nasib Eben?
Film ini menceritakan sebuah rumah besar yang dijadikan tempat kos-kosan. Rumah kos ini sebuah bangunan lama yang sempat kosong tanpa penghuni.
Pada akhirnya rumah ini dijual oleh pemiliknya karena ia selalu teringat akan kematian anak kesayangannya, Putri. Kala itu, kekasih Putri marah akibat keinginannya tidak terpenuhi. Putri sedang lemah karena ia sedang datang bulan, tapi nasib berkata lain Putri ke atas dan dikejar sang pacar, kemudian memukul Putri hingga terjatuh dan meninggal. Pacar Putri pun kena setrum dan juga meninggal.
Si pemilik baru menyewakan rumahnya untuk dijadikan tempat kos-kosan pemuda dan pemudi. Sejak itu pemuda-pemudi yang indekos digoda oleh hantu lelaki dan hantu perempuan tidak habis–habisnya. Pemilik rumah baru itu mendatangkan orang–orang pintar untuk mengusir hantu–hantu itu, tapi gagal. Sang ayah pun berusaha mengusir arwah putri dan kekasihnya dari rumahnya.
Film Mama ini bercerita saat Jeffrey membunuh teman bisnisnya lantas meninggalkan istri rekannya tersebut. Jeffrey melarikan diri membawa dua anaknya yakni Victoria ( 3 th ) serta Lily ( 1 tahun ). Didalam perjalanan, mobil mereka terguling sesudah menabrak pohon. Mujur mereka selamat serta mendapatkan sesuatu gubuk tua yang ditinggalkan pemiliknya. Jeffrey yang bingung lantas bermaksud membunuh anakya itu serta lantas bunuh diri.
Jeffrey lantas menghendaki Victoria lihat di balik jendela. Jeffrey lantas mengeluarkan pistol serta tempelkan pistol tersebut ke kepala Victoria. Waktu akan menarik pelatuk, tiba-tiba nampak sesosok makhluk menghempaskan Jeffrey serta membawanya tak tahu ke mana. Momen itu berjalan amat cepat sampai-sampai Victoria cuma lihat bayangan itu dari balik kacamatanya yang retak.
Lima tahun berselang, Lucas, saudara Jeffrey, berbarengan regu penyelamat sukses mendapatkan dua anak tersebut yang nyatanya tingkah lakunya telah liar serta serupa binatang. Di pengadilan Lucas sukses menyakinkan hakim untuk mengasuh anak itu didalam asuhan Lucas berbarengan pacarnya, Annabel.
Tidak mudah merubah rutinitas ke-2 anak tersebut untuk jadi manusia sepenuhnya, terlebih Lily yang semakin misterius perangainya. Setiap hari senantiasa ada saja perihal menakutkan. Apalagi Lily berapa kali bicara sendiri yang ia yakini tengah berbicaranya dengan roh ibunya.
Dr. Dreyfus yang penasaran lantas meneliti ke-2 anak itu. Dr Dreyfus mengambil keputusan kembali ke rimba area gubuk tua di mana anak itu ditemukan namun justru di sana ia tewas dengan misterius. Annabel yang telah ketakutan lantas mengambil hasil riset Dr Dreyfus. Di situ ia mendapatkan fakta mencengankan. Nyatanya mama yang disebut oleh Lily sepanjang ini yaitu… ?
Warren Price (Les Loveday), anak dari seorang milyuner, bersama rekannya, ilmuwan Jepang Rie (Miki Mizuno), pacar Price Su-Ling (Carmen Soo) ada dalam sebuah misi mengeksplorasi sebuah bunker militer peninggalan Tentara Jepang di Pulau Una-Una, Teluk Tomini, Sulawesi. Mereka dkawal oleh Tim Lima, tim tentara bayaran yang terdiri dari Kapten Tino Prawa (Ario Bayu), Djoko (Joe Taslim), Ario (Mike Lewis), dan Sersan Papa Ular (Jaitov Tigor) untuk melindungi Price dari perompak.
Terdesak oleh serangan perompak, mereka terdesak dan terperangkap di dalam tambang yang dijadikan bunker militer oleh tentara Jepang tersebut. Terluka, putus asa, dan tanpa persiapan, mereka mencari jalan keluar lain dengan masuk semakin dalam ke dalam tambang. Terungkap bahwa Price sebenarnya ingin mencari harta karun Yamashita yang diyakininya ada di tambang tersebut. Pencarian mereka berujung pada temuan yang mengejutkan. Bunker itu ternyata adalah fasilitas penelitian senjata kimia dan biologi rahasia Tentara Jepang yang menggunakan tawanan perang dari Perang Pasifik sebagai bahan eksperimen. Lebih mengerikan lagi, para penghuninya ternyata masih ada di sana sebagai monster dan tidak mengharapkan kehadiran mereka.
Pencarian harta karun mereka berubah menjadi sebuah misi hidup dan mati. Melarikan diri bukan pilihan, Tim Lima harus menghadapi musuh misterius dan mematikan yang hanya menyisakan dua pilihan, membunuh atau dibunuh.
Selamat atas pembantaian sama para vampir yang ada di Barrow, Alaska, Stella Ollemaun saat ini berdiam pada Los Angeles.
Banyak orang yang tak percaya atas kesaksiannya mengenai keberadaan para vampir yang ada di antara manusia, tetapi Stella akhirnya berjumpa dengan sekelompok orang yang kepingin membasmi komunitas vampir yang ada di Los Angeles.
Secara khusus Stella kepingin membalas dendam kepada Lilith, Ratu Vampir yang bertanggung jawab kepada kematian suaminya yang ada di Alaska.