Kisah yang luar biasa di Mumbai era 90'. Empat sekawan, Shahid Kapoor dan tiga teman gengnya - Anushka, Das vir, Chang, bermimpi ingin cepat kaya dengan mendirikan sebuah perusahaan. Karena tidak ingin repot akhirnya mereka melakukan berbagai macam cara. Dengan melakukan semua hal yang salah, dengan cara yang dibenarkan!
Jelas tidak banyak yang harus mereka lakukan, cukup dengan melakukan beberapa tindakan penipuan dan sejauh ini aman. Tapi cepat atau lambat baunya tercium hukum. Bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai keluarga menjadi konflik.
Detective Bang Keuk-Hyun (Lim Chang Jung) falls into debt after a loan he guaranteed for a friend becomes delinquent. Kim Mu-Ryeong (Uhm Ji-Won) works as a customer relations representative for a credit company. Her job is to go after debtors day and night. Detective Bang Keuk-Hyun is her next assignment. The few times that Det. Bang Keuk-Hyun answers Mu-Ryeong’s persistent calls he berates her with profanity. The two then meet at the police station without knowing each other’s identity at first …
Takao Yaguchi's classic fishing manga "Tsurikichi Sanpei" is going the live-action route with a movie coming out next year. It will be directed by Yojiro Takita and written by Ryota Kosawa, with visuals provided by special effects team Shirogumi. The manga was originally serialized in Shonen Magazine from 1973 to 1983, and an anime series was produced by Nippon Animation from 1980 to 1982. 13-year-old Kenta Suga has been tapped for the lead, a young boy with a gift for fishing. Tsunehiko Watase has been cast as his grandfather, while Takashi Tsukamoto plays his brother, a pro angler who has returned from the U.S. According to Toei, plans for a live-action film have been brought up almost every year since the manga started. It is said that even Hollywood offered to turn it into a movie, under the name "Crazy Fishing Boy." Toei finally decided to go ahead with the film, and is hoping to expand it into a popular series like Shochiku's "Tsuribaka Nisshi." Filming starts on the 25th, with scenes being shot in Akita, Yamagata, and Tokyo. Theatrical release is planned for spring 2009.
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Muhammad Ihsan Tarore) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.
Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.
Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.
Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Dalam khotbah pertamanya sebagai khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman, Yogyakarta. "Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen," katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi.
Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat.
Dahlan, yang piawai bermain biola, dianggap kontroversial. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan priyayi Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam novel Sang Pemimpi, Andrea Hirata bercerita tentang kehidupannya di Belitong pada masa SMA. Tiga tokoh utama dalam karya ini adalah Ikal, Arai dan Jimbron. Ikal tidak lain adalah Andrea Hirata sendiri, sedangkan Arai adalah saudara jauhnya yang menjadi yatim piatu ketika masih kecil. Arai disebut simpai keramat karena dalam keluarganya ia adalah orang terakhir yang masih hidup dan ia pun diangkat menjadi anak oleh ayah Ikal. Jimbron merupakan teman Arai dan Ikal yang sangat terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup. Ketiganya melewati kisah persahabatan yang terjalin dari kecil hingga mereka bersekolah di SMA Negeri Manggar, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur.
Demi memenuhi kebutuhan hidup, Ikal dan Arai harus bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari dan pergi ke sekolah setelahnya. Namun begitu, mereka tetap gigih belajar sehingga selalu berada dalam peringkat lima teratas dari 160 murid di sekolahnya. Sekolah mereka merupakan SMA negeri pertama yang bergengsi di Belitong, sebelumnya satu-satunya SMA yang terdekat berada di Tanjung Pandan. Sekolah tersebut berada 30 kilometer dari rumah Ikal dan Arai sehingga mereka harus menyewa kamar dan hidup jauh dari orang tua.
Selama masa SMA, banyak kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh Arai dan Ikal. Mereka pernah mengejek Pak Mustar saat upacara bendera di pagi hari sehingga Pak Mustar marah dan mengejar mereka. Mereka juga pernah menyusup ke bioskop yang tidak mengizinkan anak sekolah masuk untuk menonton film dewasa. Pak Mustar mengetahui hal tersebut sehingga Arai dan Ikal diberi hukuman keesokan harinya.
Pada akhirnya, Jimbron harus berpisah dengan Ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta. Selama di Jakarta, mereka luntang-lantung mencari pekerjaan namun akhirnya Ikal menjadi pegawai pos dan Arai pergi ke Kalimantan untuk bekerja sambil kuliah. Ikal berhasil membiayai kuliahnya di Universitas Indonesia hingga menjadi Sarjana Ekonomi, sedangkan Arai belajar biologi di Kalimantan. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar, sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.
Bakat orang tua memang tidak selalu menurun pada anaknya. Seberapa pun besarnya keinginan Mumble (Elijah Wood) mewariskan kepiawaiannya berdansa, tetap saja Erik (Elizabeth Daily) tak menunjukkan minat. Yang lebih parah, muncul ‘ancaman’ yang membuat Mumble jadi semakin merasa terasing dari putranya. Mumble semakin putus asa sampai terjadi sebuah bencana yang membuat Mumble terpaksa harus turun tangan memimpin para penguin.
Sejak dulu Mumble dikenal sebagai raja tap dance. Tak ada yang bisa mengungguli Mumble di lantai dansa. Pastinya Mumble tak ingin kebanggaan itu hilang begitu saja. Ia mulai mengajarkan apa yang ia bisa pada Erik, putranya. Sayang, berdansa bukanlah sesuatu yang menarik buat Erik. Lain lagi masalahnya saat Erik bertemu The Mighty Sven (Hank Azaria), penguin yang bisa terbang.
Seketika sosok The Mighty Sven jadi segalanya di mata Erik. Mumble kecewa namun ia juga tak sanggup kalau harus berkompetisi dengan The Mighty Sven untuk merebut hati Erik. Di saat sepertinya sudah tak ada harapan buat Mumble, tiba-tiba saja muncul ancaman bagi semua penghuni Antartika. Saatnya Mumble membuktikan bahwa ia tak hanya mahir berdansa. Saatnya Mumble membuktikan kalau ia juga bisa jadi pahlawan di mata putranya.
Film ini menceritakan sebuah rumah besar yang dijadikan tempat kos-kosan. Rumah kos ini sebuah bangunan lama yang sempat kosong tanpa penghuni.
Pada akhirnya rumah ini dijual oleh pemiliknya karena ia selalu teringat akan kematian anak kesayangannya, Putri. Kala itu, kekasih Putri marah akibat keinginannya tidak terpenuhi. Putri sedang lemah karena ia sedang datang bulan, tapi nasib berkata lain Putri ke atas dan dikejar sang pacar, kemudian memukul Putri hingga terjatuh dan meninggal. Pacar Putri pun kena setrum dan juga meninggal.
Si pemilik baru menyewakan rumahnya untuk dijadikan tempat kos-kosan pemuda dan pemudi. Sejak itu pemuda-pemudi yang indekos digoda oleh hantu lelaki dan hantu perempuan tidak habis–habisnya. Pemilik rumah baru itu mendatangkan orang–orang pintar untuk mengusir hantu–hantu itu, tapi gagal. Sang ayah pun berusaha mengusir arwah putri dan kekasihnya dari rumahnya.
Hanamizuki (ハナミズキ Hanamizuki) adalah sebuah film drama Romantis. Dengan pengambilan setting di 4 tempat berbeda, Hokkaido dan Tokyo, Jepang, New York Amerika Serikat dan Nova Scotia Canada. Film yang mengisahkan rentang waktu tahun 1996 hingga 2006, dibintangi oleh Yui Aragaki sebagai Sae, adalah seorang siswi SMU yang bercita-cita ingin melanjutkan sekolah di Universitas di Tokyo. Toma Ikuta berperan sebagai Kohei, seorang anak nelayan setempat yang bercita-cita ingin berlayar keliling dunia untuk mencari ikan. Awal pertemuan Sae dan Kohei adalah di sebuah kereta api menuju tempat aktivitas masing-masing. Saat itu Sae hendak menempuh ujian sedangkan Kohei sedang menuju tempat kerjanya. Kereta yang mereka tumpangi mogok dan terpaksa meminta tolong Kohei untuk mengantarnya ke sekolah. Disinilah awal hubungan mereka.
Berkat usaha dan kerja keras Sae, akhirnya dia diterima di universitas di Tokyo. Namun hubungan jarak jauh yang mereka lakukan, banyak sekali menghadapi masalah yang terus-menerus menerpa mereka. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Namun beberapa tahun kemudian, takdir mempertemukan kembali mereka secara tidak sengaja dan tanpa mereka sadari, sebenarnya benih cinta masih tertanam dalam hati mereka masing-masing. Sebuah drama romantis yang menceritakan bahwa meskipun terpisah jarak dan waktu, Cinta sejati pasti akan hadir untuk setiap orang.
Hana Mizuki pertama kali di rilis pada Agustus 2010 .Diikutsertakan dalam 30th Hawaii Film Festival.Meskipun mendapatkan beberapa kritik, pendapatan film ini mencapai US$32,990,888, menjadikan Hana Mizuki menduduki peringkat nomor 12 sebagai film terlaris di Jepang pada tahun 2010.