Nasib orang memang tidak ada yang pernah tahu. Michael Oher (Quinton Aaron) misalnya, ia mungkin tak pernah berharap menjadi orang terkenal. Bahkan untuk bisa hidup layak saja mungkin sudah di luar impiannya. Tapi itu semua berubah ketika ia bertemu Leigh Anne Touhy (Sandra Bullock) dan Sean Touhy (Tim McGraw) yang memberinya harapan baru.
Michael Oher adalah seorang anak kulit hitam yang tumbuh di keluarga broken home. Tanpa tempat berlindung dan tanpa pendidikan yang memadai, nasib Oher memang tak pernah jelas. Keluarga Touhy yang merasa prihatin lantas mengadopsi Oher menjadi anak mereka. Mereka tak peduli meski Oher bukan anak kulit putih seperti keluarga mereka.
Dengan dukungan dari keluarga barunya ini, semangat Oher pun tumbuh. Tanpa harus meninggalkan sekolahnya, Oher memilih football sebagai jalan hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Oher pun tumbuh menjadi atlet football yang berbakat. Tak ada yang mengira bahwa Oher semula hanyalah anak tunawisma yang tak punya harapan hidup. Tapi dengan dukungan dan cinta dari orang-orang terdekatnya, tak ada impian yang tak akan terwujud.
Schindler's List adalah film 1993 berdasarkan novel Schindler's Ark karya Thomas Keneally, yang diterbitkan di Amerika Serikat dengan judul Schindler's List dan kemudian diedarkan kembali di negara-negara Persemakmuran dengan judul itu pula. Filmnya, yang diadaptasi oleh Steven Zaillian dan disutradarai oleh Steven Spielberg, mengisahkan riwayat Oskar Schindler, seorang pengusaha Katolik Jerman yang berperan dalam menyelamatkan nyawa lebih dari seribu orang Yahudi Polandia pada masa Holocaust. Judulnya merujuk kepada daftar nama dari 1.100 orang Yahudi yang dipekerjakan Schindler di pabriknya dan karenanya tidak dikirim ke kamp-kamp konsentrasi.
Pasca perang Hong Kong, legendaris Wing Chun grandmaster Ip Man beraksi sekali lagi, dimulai saat sebuah tantangan sederhana dari pesaing kung fu membawanya ke dunia triad yang berbahaya.
Saat ini, demi membela hidup, kehormatannya dan menolong muridnya, ia tak punya pilihan selain bertarung sekali lagi.
Kisah kali ini mengikuti kehidupan IP Man di masa mudanya. Setelah kematian gurunya, Chan Wah Shun di Foshan, Ip Man pergi ke Hong Kong untuk belajar. Di sana ia belajar teori Wing Chun dari Leung Pik yang membantunya kemajuan besar.
Ketika ia kembali ke Foshan, Ip Man jatuh cinta dengan putri wakil walikota tetapi ditentang oleh ayahnya. Sementara itu, gaya Wing Chun ala Ip Man juga dikatakan telah menyimpang dari bentuk asalnya.
Bagaimana ia menghadapi semua tantangan ini dan menjadi salah satu guru kung fu paling dihormati sepanjang masa?
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Muhammad Ihsan Tarore) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.
Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.
Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.
Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Dalam khotbah pertamanya sebagai khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman, Yogyakarta. "Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen," katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi.
Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat.
Dahlan, yang piawai bermain biola, dianggap kontroversial. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan priyayi Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Diangkat dari kisah kehidupan Soe Hok Gie (Jonathan Mulia, Nicholas Saputra), aktivis dan penulis di tahun 60an. Kisah seorang yang selalu berada di luar (atau melawan) arus zaman. Gie dikenal sebagai orang lurus, jujur dan tidak kenal kompromi. Kejujurannya ini seringkali tidak bisa diterima oleh orang sekitarnya. Cintanya pada Indonesia dan dunia mahasiswa membuatnya selalu angkat bicara ketika ada yang dianggapnya akan merusak dua hal itu. Ia sangat kecewa ketika melihat perjuangannya melawan tirani dan rezim yang berkuasa saat itu, ternyata justru melahirkan rezim baru dan menyebabkan pembantaian jutaan orang yang dituduh komunis, termasuk sahabat masa kecilnya, Tjin Han (Christian Audi, Thomas Y Nawilis). Waktu berlalu. Orang-orang di sekitarnya mulai menyesuaikan diri dengan rezim baru, bahkan melakukan korupsi. Dia menolak untuk diam, meski dia bisa "masuk" ke lingkaran kekuasaan dan militer. Idealismenya ini membuat teman-temannya meninggalkannya, perempuan yang dicintainya, menolaknya. Hanya alam yang jadi tempat dimana ia bisa merasa diterima dan dicintai apa adanya. Mungkin film pertama Indonesia yang mengisahkan tokoh nyata yang tidak jatuh menjadi sekadar puja-puji, tapi berusaha menghadirkan sang tokoh dari segala sisinya. Kisah tokoh ini--meski yang tampak tokoh yang tersisihkan zaman--rasanya masih bicara pada zaman saat tokoh-tokoh terhormat dari Komisi Pemilihan Umum diperiksa karena korupsi, dan semangat materialisme sangat merasuki kehidupan masyarakat. Fotografi film ini juga unik, karena mencoba "menghidupkan" kembali warna film Indonesia tahun 1970an.
Christopher McCandless adalah mahasiswa yang baru lulus dari kuliahnya di Universitas Emory,orang tuanya sangat bangga terhadapnya,orangtua chris ingin membelikan mobil baru untuk dirinya ketika chris dan keluarga makan d restoran,chris pun menolak dan berkata kepada orangtuanya bahwa ia tidak ingin di belikan apa-apa, chris memutuskan untuk meninggalkan kehidupan yang dia miliki sebelumnya. Dia menganggap semua yang ada di sekitar dirinya itu palsu. Dia hanya percaya pada adiknya saja. Dan memutuskan untuk mencoba bertahan hidup di Alaska. Christ meninggalkan semua yang dia miliki, mulai dari tabungan, kartu kredit, kartu ATM, kartu identitas, dan lain lainnya semua dia bakar dan mengunting semua kartu. lalu Chris memulai perjalanannya dengan menggunakan mobil lama kesayangannya sampai dia tiba di suatu tempat yang sepi di daerah Arizona,dan malampun tiba ketika chris tertidur di dalam mobilnya terdengar gemuruh mendekatinya hal ini di sebabkan terpaan air bah yang sangat hebat yang menerpanya di dalam mobil, pagi harinya chris memilih untuk berjalan kaki dan meninggalkan Barang terakhir yaitu mobilnya serta membakar beberapa lembar uang terakhir yang dia miliki di dompetnya dan membuang No mobil miliknya agar tidak teridentifikasi. Chris melanjutkan perjalanannya dengan menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain, sementara orangtua chris baru menyadari chris pergi dari apartemennya, setelah 2 bulan terhitung dari bulan mei.
Pacific crest train-northern california disinilah awal chris menyatu dengan alam bebas dan memulai kembali perjalanannya untuk ke alaska kemudian chris mengganti namanya menjadi Alexander Superstamps saat ini juga, Chris menyetop truk milik rainey dan jan untuk menumpang perjalanannya, chris menceritakan kepada arti hidupnya kepada mereka tentang chris dan keluarga,setelah itu christ pergi dengan diam2 dan meninggalkan pesan lewat tulisan’y di pasir pantai,dan christ melanjutkan perjalanannya kembali dengan menumpang kendaraan yang lewat sampai dia menemui tempat baru,teman baru pengalaman baru dan christ bekerja di tempat ini, di sebuah peternakan yang dimiliki oleh Wayne Westerberg Namun tidak lama dia bekerja dia terpaksa meninggalkan tempat ini setelah Westerberg ditangkap oleh polisi karena buronan. Christ kembali pergi ke arah Sungai Colorado dan ketika dia ingin meminta izin kepada petugas keamanan sungai dan christ tidak diberi izin tp christ tetap nekat pergi dengan perahu dayungnya chris diikuti oleh polisi sungai, mendayung ke hilir pada akhirnya christ menuju ke Meksiko.
Sea of Cortes- christ sempat diamankan petugas kota dia menceritakan selama perjalanannya dan kembali melanjutkan perjalanannya Tidak dapat dengan mudah menumpang kendaraan di tempat ini, chris pun pergi melalui kereta barang ke Los Angeles. Tidak lama setelah tiba,crist kembali di amankan oleh petugas agar christ membuat ID dirinya untuk dim pekerjakan dikota ini tetapi dia membatalkan niatnya untuk bekerja di sini,crist pun kembali pergi dengan menumpang kereta barang untuk melanjutkan perjalanannya di tengah perjalanan keberadaan crist di ketahui oleh petugas keamanan sekitar karna dia ilegal chris di pukuli hingga babak belur,dan kembali berjalan melanjutkan perjalanannya ke alaska tak ada uang christ untuk kesana,chris sempat bekerja di restaurant untuk mendapatkan uang agar bisa ke alaska. christ lalu tiba di sebuah tempat hiburan di salah satu tempat, dan bertemu kembali dengan Jan dan Rainey lagi.,dan chris bertemu dengan Tracy penyanyi panggung yang cantik disini chris membantu Rainey dan Jan menjual buku-bukunya sementara tracy mulai tertarik pada chris. Dan tak lama kemudian chris memutuskan untuk melanjutkan tujuannya untuk ke Alaska setelah merayakan natal di tempat ini, banyak pengalaman yang dia dapat di sini kebersamaan dan cinta di tempat ini,chris melanjutkan perjalanannya dengan di antar sampai tengah jalan oleh Jan, chris membeli sedikit makanan & minuman di supermarket untuk bekal di perjalanan menuju alaska.Chris kemudian bertemu dengan seorang kakek pensiunan tentara yaitu Ron Franz di Salton City, California dia sudah lama menyendiri di rumahnya tanpa keluarga semnjak keluarganya di bunuh oleh perampok. Setelah menghabiskan beberapa bulan dengan Franz, chris memutuskan untuk berangkat ke Alaska dan Franz memberinya perlengkapan untuk digunakan chris sebagai keperluannya. Franz menawarkan untuk mengadopsi chris sebagai cucu, tapi chris mengatakan kepadanya bahwa dia harus membicarakan hal ini setelah kembali dari Alaska, Franz menjadi sangat sedih dengan kepergiannya. Mereka saling berbagi pengalaman di sini sehingga sangat dekat dan akrabnya mereka dan chris melanjutkan perjalanannya untuk ke alaska. Di lain tempat yaitu rumahnya Chris, keluarganya Chris sangat menghawatirkan keberadaan chris, ayah dan ibu chris mendeapat pelajaran penting semenjak chris pergi dari rumah, mereka sangat menyesal apa yang sudah mereka lakukan kepada anaknya.
Akhirnya Chris sampai di Alaska dimana tempat yang ia tuju selama ini dengan perjalanan yang sangat lama untuk sampai di sini dan memulai hidup baru di Alaska, baginya alaska adalah tempat yang tepat untuk menemukan jatidirinya. untuk mengetahui bagaimana manusia bisa bertahan hidup dan bahagia di alam bebas, tanpa perlu memikirkan materi. seperti yang diceritakan oleh adiknya, Carine McCandless. Dalam penolakan materialis, kehidupan konvensional, dari orang tuanya Walt McCandless. Di Alaska Chris hidup berbaur dengan alam dia sangat menikmati kehidupan disini,sampai di tengah perjalanan dia menemukan bus bangkai yang sudah lama di tinggal pemiliknya dan di jadikan rumah untuknya “Magic Bus”, Chris mulai membereskan isi bus tersebut dengan memakai barang-barang di dalam untuk keperluannya, Chris mencari makanan dengan memburu binatang yang ada di sekitar untuk di jadikan makanan dengan senapan anginnya dia memburu burung,bahkan sampai kerbau sekalipun, semakin hari makanan semakin susah dia dapat hewan yang akan dia buru tidak ada,disini Chris mendapat pelajaran penting di sini bahwa susahnya mendapatkan makanan di tempat ini, usaha untuk mendapatkan makanan sangat sulit segala usaha telah dia coba dan tanpa putus asa. Dan Chris akhirnya lebih sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku di sini. Sementara itu untuk mendapatkan makanan, Namun hidup menjadi lebih keras persediaan mulai habis dan meskipun ia membunuh rusa daging tersebut tidak bisa ia simpan untuk stok makanan karena dagingnya di penuhi oleh lalat dan belatung. Dia menyadari bahwa alam juga kasar dan tidak peduli. Chris memaksakan harus pergi agak jauh dari tempat tinggalnya dan menyebrangi sebuah sungai, setelah lama pergi memburu tak ada yang dia dapat hewan untuk diburu, akhirnya Chris memilih untuk kembali ke bus tempat tinggalnya di tengah perjalanannya Chris terjebak sungai yang sudah banjir dan sulit untuk di lewati, Chris mencoba dan dia terseret arus lumayan jauh dan pada akhirnya dia bisa menyebrangi sungai tersebut, dan kembali ke bus untuk beristirahat sambil mencari-cari isi dalam bus untuk bisa di jadikan bahan makanan dan semua itu tidak ia dapat. Chris mulai kelaparan dia kehabisan akal bagaimana lagi ia harus dapat makanan, Chris mencari-cari bahan makanan yang bisa di temukan di hutan ini dengan membaca buku miliknya dan Chris mencari jenis tanaman untuk bisa di konsumsi ke dalam hutan setelah mendapatkan jenis-jenis tanaman yang dia dapat dari buku, dan pada akhirnya Chris menemukan salah satu jenis makanan yang menurutnya bisa untuk di konsumsi dan membawanya ke bus untuk dia makan, esok harinya Chris jatuh sakit dia demam tinggi,tidak ada obat untuk ia minum, dan Chris kembali membaca buku tersebut untuk mengetahui jenis tanaman apa yang dia makan, dengan sangat menyesal Chris mengkonsumsi jenis tanaman tersebut, tidak dia sangka olehnya jenis makanan yang ia makan kemarin ternyata bisa menyebabkan kematian setelah mengkonsumsi jenis tanaman tersebut,kondisi Chris semakin hari semakin parah dan semakin lapar, Chris lebih banyak berdiam dan tidur di bis ini, Chris sangat menggigil dan tidak bisa melakukan apa-apa dia hanya pasrah, dan Chris merasa sangat amat menyesal, Chris membayangkan teman dan keluarganya teringat waktu bersama-sama di rumah dengan canda dan tawa bersama keluarganya, keadaan Chris semakin parah badannya menggigil dan sangat pucat, hingga pada akhirnya Chris menghembuskan nafas terakhirnya di bus tempat tinggalnya.
Pirates Silicon Valley ini menceritakan kisah nyata karier seorang Steven Jobs yang mencetus kan Apple Computers Inc. Dan Bill Gates pencetus microsoft. Film ini menceritakan persaingan yang hebat diantara mereka untuk mendapatkan suatu penemuan terhebat yang mereka buat dengan sistem dan cara yang jenius.
Cerita awalnya Steve Jobs dan Steve Wozniak menuntut ilmu di universitas yang berapa di California yaitu di Berkeley, Pada saat itu tahun 1971 terjadi demo yang menuntut “kebebasan berbicara” dan menentang dan menyatakan tidak seuju atas keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Saat itulah Steve dan Wozniak sedang melakukan eksperimen, mereka berdua dibantu Captain Crunch, seorang yang diklaim aneh tapi juga pahlawan di Berkeley.
Pada saat itu mereka ingin menciptakan kotak biru, mirip telepon jaman dahulu, tetapi dapat menelepon gratis tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Saat itu juga Steve Jobs bermimpi untuk mengembangkan kotak biru itu dengan cara mrnjual kotak biru tersebut, saat iru lah dia berfikir bahwa informasi adalah kunci paling penting dalam menguasai dunia.
Namun malang suatu hari mereka hampir tertangkap polisi karena kotak birunya tersebut yang dianggap ilegal dan tidak ada standard resmi dari negara mereka. Setelah itu Wozniak berfikir untuk tidak membuat sesuatu yang ilegal dan beresiko, akhirnya Wozniak dan Steve Jobs membuat komputer pertamanya, pada saat pembuatan komputer pertamanya, komputer mereka terbakar karena mengalami konsleting kabel. Hal tersebut tidak membuat mereka menyerah, namun semakin terpacu untuk membuat ide-ide besar yang akan membawa perubahan besar pada dunia dalam dunia teknologi.
Dalam perjalanan usaha mereka tidak berjalan mulus begitu saya, dari awal perjalanannya saja mereka mengalami kebangkrutan, dan mereka memutuskan untuk menghentikan dahulu usaha komputernya selama seminggu, dan mereka mencari pekerjaan untuk menambah modal biaya usaha mereka dengan menjadi badut ajakkan dari Arlene pacar dari Steve Jobs tidak ketinggalan Wozniak pun ikut dalam pekerjaan tersebut, namun Steve Jobs tidak menyukai pekerjaan tersebut yang membuatnya sperti Alice in The Wonderland.
Dilain sisi Bill Gates dan Paul Allen menjalani hidup yang begitu santai dengan menciptakan microsoft yang tidak dikenal oleh banyak orang. Kemudian pada suatu saat, mereka melihat peluang untuk membuat bahasa pemrograman yang akan mereka jual ke perusahaan MITS yang memproduksi sebuah ALTAIR di Albuquerque, pada saat itu Paul lah yang pertama kali datang ke perusahaan MITS untuk menawarkan bahasa pemrograman yang akan dijualnya kepada MITS, yaitu berupa bahasa FORTRAN yang gunanya untuk mengoperasikan ALTAIR . usaha mereka tidaklah sia-sia karena MITs menerima hasil karya mereka dan memberikan mereka hadiah. Namun Bill Gates khawatir pihak MITs mengetahui bahwa kantor mereka hanyalah motel dengan keadaan kumuh dan tidak layak untuk ditempati dan mereka hanya memiliki dua karyawan saya di motel tersebut.
Keseriusan mereka dalam mencari modal biaya untuk usaha terbesarnya dalam mengembangkan microsft mereka menyewakan motelnya untuk tempat bermaksiat, hal tersebut sangat menguntungkan mereka dalam meraih uang dari hasil penyewaan tersebut.
Sementara dilain sisi orang hebat seperti Bill Gates ada Steve Jobs lebih memukau dunia saat itu ,dia dan Steve Wosniak membuat prototype sebuah komputer . Mereka memamerkan komputernya yang dilengkapi dengan monitor dalam sebuah grup pecinta komputer dan mendapatkan order pertama 50 unit. Mereka berdua beruntung juga , setelah berkali-kali mencari modal baik berupa pinjaman dari Bank serta menjual Mobilnya, akhirnya suatu hari datanglah Mike Markula, seorang Pegawai Intel Corporation, saat itu dia tengah mencari peluang bisnis , dan dia menawarkan 250ribu dollar untuk proyek Apple , merekapun mulai proyek Apple dengan lebih professional, hingga pada suatu hari di sebuah pameran komputer Apple benar-benar membuat para pengunjung terpukau dengan hasil karya dan kagum akan komputer Apple, Dari sinilah Apple bermula dan berkembang Cepat hingga mereka mampu mendirikan kantor dan menerbitkan Apple II ke pasar yang mampu bersaing dengan IBM.
Sementara itu Bill Gates masih berkutat dengan Microsoft belum bisa tumbuh seperti yang diharapkannya, melihat Apple yang telah sukses dan membuat IBM seperti kalah bersaing, Bill Gates pun berfikir, bagaimana caranya agar IBM membutuhkannya, Akhirnya Bill Gates membuat karya yang besar dengan memutuskan untuk bekerja sama dengan IBM. merekapun segera menjalankan niat tersebut dengan mendatangi Kantor IBM, Bill Gates menawarkan seperangkat sistem operasi yang ia klaim mampu berintegrasi dengan komputer buatan IBM. Yang Ia menamainya dengan sebutan DOS (Disk Operating System). Namun sebenarnya Bill tak pernah membuat satu sistem operasi apapun. Dengan pintarnya Bill Gates dengan bantuan Paul berhasil membeli sistem operasi dari Seatle dengan harga 50 ribu Dollar kemudian mengutak-atik dan menyempurnakannya dan kemudian menjualnya ke IBM dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Dari sanalah Microsoft mulai dikenal oleh banyak orang dengan teknologi yang sangat baik. Steve Jobs pun tak tinggal diam, untuk bisa terus mendahului dan berada diatas dari IBM di pasar komputer dia butuh lebih dari sekadar inovasi biasa yang harus dimilikinya untuk tetap bisa menguasai pasar Apple yang telah terkenal. Akhirnya Apple menerbitkan Lisa, sebuah komputer yang dia beri nama seperti nama anak pertamanya. Lalu dengan geniusnya Jobs memanfaatkan proyek gagal dari perusahaan Xerox berupa teknologi mouse dan GUI (Graphic User Interface). Ia menggagas pembuatan komputer pribadi yang ia beri nama Macintosh. Mengetahui komputer keluaran terbaru dari Apple yaitu Lisa, Bill Gates pun tak bisa diam begitu saja mengetahui keberhasilan Steve Jobs yang sangat cemerlang. Dia mengambil langkah berani dengan mengajak Jobs bekerja sama dengan tujuan utama mempelajari teknologi Grafis dan Sistem Operasinya, sungguh beruntung Bill Gates dan rekan-rekannya, niatnya hanya menginginkan Lisa, namun Macintosh pun didapatnya, Microsoft mendapatkan 3 prototype dari Apple dan hal ini sangat menguntungkan dari pihak Bill Gates dan rekan-rekannya yang terlibat dalam pembuatan microsoft tersebut.
Microsoft yang awalnya tidak terkenal dan tidak dapat disandingkan dengan perusahaan hebat Apple kini dapat sesuka hati mengutak-atik prototype Macintosh Apple yang baru akan diliris setahun kemudian, hal ini disebabkan karena pengakuan Bill Gates bahwa IBM selaku saingan Apple menginginkan produk dari Microsoft, sehingga Steve pun harus sedikit khawatir dengan IBM dan tidak angkuh terhadap kehebatan yang dimiliki olehnya. Akhirnya Steve Jobs menerima Microsoft tanpa memikirkan resiko yang akan timbul seperti pada kenyataannya. Bill Gates dengan segala kejeniusannya diam-diam mengutak-atik sistem operasi dan teknologi Macintosh dan meluncurkan apa yang kita kenal sekarang sebagai Windows, padahal saat itu Macintosh belum diluncurkan.Tapi karena kelihaian dan kejeniusan Bill Gates dapat mengelabui Apple. Dari situlah Microsoft bekembang pesat dan jutru menjadi saingan berat bagi Apple sehingga membuat Steve Jobs merasa sanagt dipermainkan dan ide-ide yang dimikilinya merasa telah dicuri oleh Bill Bates.
Sementara di pihak Apple sendiri justru terjadi persaingan antara Macintosh Developers dan Apple II Developers, namun Steve Jobs malah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang hebat dan dia menganggap macintosh adalah yang terbaik diantara pendahulunya yaitu Lisa dan Apple II. Bagi orang pada umumnya saat itu dapat dikata bahwa Apple menghancurkan dirinya sendiri.
Akhirnya suatu hari Steve Jobs dipecat dari Apple yang pada saat itu John Sculley yang menjadi Presiden di Perusahaan Apple, Steve dianggap membawa dampak buruk bagi kelanjutan Apple dan telah menghancurkan nama Apple dalam dunia teknologi pada saat itu, namun tanpa Steve Apple justru dapat dibilang kurang Inovatif karena pada dasarnya dibalik sifat Steve yang Arogan terdapat ide cemerlang dalam memajukan dunia informasi dan teknologi, maka pada tahun 1997 Steve Jobs secara resmi di panggil kembali ke Apple. Dan Akhir cerita, Bill gates telah menjadi orang terkaya di dunia dan telah juga memiliki saham Apple Computers Inc. dengan Microsoft yang dimilikinya.
Film ini berkisah tentang seorang agen FBI bernama Melvin Purvis (Christian Bale) yang ditugaskan untuk menyelidiki dan menangkap gangster Amerika John Dillinger (Johnny Depp) dan Pretty Boy Floyd (Channing Tatum) yang menjadi biang perampokan bank pada tahun 1930an.
Tak seorangpun yang mampu menghentikan John Dillinger dan kelompoknya. Bahkan tidak ada penjara yang mampu menahannya. Pesona dan keberaniannya menerobos penjara mengejutkan semua orang termasuk kekasihnya Billie Frechette (Marion Cotillard). Hingga banyak warga Amerika yang tidak bersimpati pada bank saat kondisi depresi pada waktu itu. Saat aksi kelompok Dillinger berlangsung, J. Edgar Hoover menjadikan Dillinger sebagai musuh utama Amerika dan menugaskan Melvin Purvis untuk menangkapnya.
Bisa diduga dari judul yang dipasang, film ini berkisah tentang Genghis Khan, sang penakluk. Berbeda dengan film-film lain yang juga menyorot kehidupan Genghis Khan, film ini memberi gambaran yang lebih dalam mengenai pribadi Genghis Khan. Tidak digambarkan sebagai manusia yang bengis, dalam film ini Genghis Khan ditampilkan sebagai sosok pemimpin yang matang ditempa alam dan kehidupan.
Terlahir sebagai Temudgin, Genghis Khan yang baru berusia 9 tahun sedang dalam perjalanan menuju perkampungan Merkit. Beberapa tahun sebelumnya, Ensugei (Ba Sen), ayah Temudgin, menculik istri seorang prajurit Merkit. Sekarang, Ensugei ingin berdamai dengan cara menjodohkan Temudgin dengan gadis Merkit.
Dalam perjalanan, rombongan mereka berhenti di sebuah perkampungan. Di sinilah Temudgin bertemu dengan Borte yang kemudian menjadi istrinya. Keinginan Temudgin ini membuat marah Ensugei. Namun akhirnya Ensugei mengabulkan permintaan Temudgin. Maka perjodohan pun dilangsungkan. Kedua keluarga berjanji akan bertemu 5 tahun.
Saat pulang dari perkampungan itu, Ensugei, ayah Temudgin meninggal akibat racun yang dibuat oleh musuhnya. Secara adat, maka Temudgin akan menggantikan posisi Ensugei sebagai kepala suku, namun salah seorang bawahan Ensugei memberontak dan mengambil alih posisi Ensugei.
Temudgin terpaksa harus berkelana seorang diri di gurun yang luas agar terhindar dari maut yang mengincarnya setiap saat. Dalam masa-masa inilah Temudgin (Tadanobu Asano) dibentuk oleh kerasnya alam dan kehidupan di gurun yang ganas. Temudgin tumbuh menjadi laki-laki yang kuat dan akhirnya sanggup memimpin tentaranya untuk menguasai hampir seluruh benua Asia bahkan sampai ke Rusia. Pertemuannya kembali dengan Borte (Khulan Chuluun) yang kemudian istrinya menempatkan wanita ini pada posisi sebagai pendamping sekaligus penasehat pribadi Temudgin.
Film semi-historis garapan sutradara asal Rusia, Sergei Bodrov, ini memang layak dapat pujian. Mulai dari pemilihan lokasi, sudut pengambilan gambar, alur cerita, sampai acting para pemainnya benar-benar ditata secara menarik.
Bodrov memerlukan waktu bertahun-tahun, Ia menganggap proyek film tentang Genghis Khan ini adalah proyek terbesarnya. Dalam menentukan dan memilih pemain Bodrov mencarinya hingga ke seluruh penjuru dunia, meliputi Mongolia, Kazakhstan, Kyrgystan, Jepang, China, Korea, Los Angeles, dan wilayah Rusia seperti Tuva, Buryatia, Tatarstan, Bashkiria, Yakutia (aka Sakha), Volga, Ural, dan Siberia.
Produksi film MONGOL dimulai tahun 2005, dan pembuatannya sebagian besar berlokasi di wilayah terpencil di China, Mongolia dan Kazakhstan. Lokasi-lokasi tersebut benar-benar bagian dari kekaisaran bangsa Mongolia, meliputi jejak-jejak kosong dan hutan lebat yang merupakan kampung halaman Temudgin. Film ini mencoba mengabadikan pola hidup nomaden dari suku Mongol yang hidup di abad ke -12, melintasi daratan dengan berkuda, berpindah-pindah berdasarkan musim dan membentuk kamp-kamp yang efisien dan lengkap dengan binatang ternaknya.
Dengan jelas menceritakan persaingan legendaris TT dan Islesejarah balap jalan yang unik Man, ini dokumenter fitur 3D akan menemukan mengapa yang modern TT pengendara masihmempertaruhkan hidup mereka untuk memenangkan perlombaandunia yang paling berbahaya. Isle of Man Tourist Trophy adalah motor road race terbesar di dunia, tantangan utama untuk pengendara dan mesin. Itu selalu disebut untuk komitmen jauh melampaui peristiwa balap lainnya, dan banyak telah membuatpengorbanan besar dalam pencarian mereka untuk kemenangan.Sebuah cerita tentang kebebasan pilihan, kekuatan jiwa manusiadan kemauan untuk menang. Ini juga merupakan pemeriksaan terhadap apa yang memotivasi beberapa orang yang jarang terjadi, band ini elit saudara yang risiko apa pun untuk menang.
A young journalist long ago rejected by his now aged and dying father finds himself investigating one of his father’s former friends, a candidate for canonization. Uncovering the two men’s complicated relationship from childhood through the horrors of the Spanish Civil War unveils a compelling drama filled with passion, betrayal, love and religion. An action packed story set during a murderous time in history that ultimately serves the present by revealing the importance and timeless power of forgiveness.
Ketiga kerajaan besar yang berkuasa di daratan China memang tak pernah berhenti saling memerangi. Kekuasaan jelas adalah alasan utama mereka saling bermusuhan. Kalau sudah bicara soal kekuasaan, kadang orang tak ragu mengorbankan banyak hal selama tujuannya bisa tercapai.
Jenderal Cao Cao (Jiang Wen) adalah salah satu penguasa yang ingin memperluas wilayahnya. Sayangnya, hanya ada satu cara agar tujuannya ini tercapai. Cao Cao harus merekrut Guan Yu (Donnie Yen), sang pendekar sakti. Ada satu masalah. Guan Yu adalah sahabat baik Liu Bei (Alex Fong), musuh besar Cao Cao.
Untuk memastikan Guan Yu berpihak padanya, Cao Cao lantas menculik Qi Lan (Betty Sun) dan tak akan melepaskan wanita ini sebelum Guan Yu menghancurkan kekuatan Liu Bei. Dengan terpaksa Guan Yu melaksanakan perintah Cao Cao. Sayangnya rencana busuk Cao Cao tak berhenti sampai di sana. Setelah Guan Yu berhasil mengalahkan tentara Liu Bei, Cao Cao malah berusaha membunuh Guan Yu karena menganggap pendekar ini terlalu berbahaya bila dibiarkan hidup.
Freedom Writers merupakan film yang didasarkan atas kisah nyata kehidupan seorang guru di Long Beach, California, Erin Gruwell (diperankan oleh Hillary Swank). Erin berprofesi sebagai guru bahasa Inggris ketika isu rasisme di Amerika begitu hegemoni. Ia memasuki dunia pendidikan yang rasis setelah dua tahun keributan L.A menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Dengan penuh harapan, Erin mengajar bahasa Inggris di kelas 203, di mana terdapat beragam gank ras yang selalu mengelompok, seperti ras kamboja, kulit hitam, Hispanic, dan seorang kulit putih.
Pada awal kedatangan Erin, para murid sama sekali tidak tertarik dengan kehadirannya. Mereka sangat sentimen terhadap orang berkulit putih. Mereka menganggap bahwa Erin tidak mengerti apapun tentang kehidupan mereka yang keras, kehidupan yang selalu berada di bawah bayang-bayang perang dan kekerasan. Bagi mereka, kehidupan adalah bagaimana caranya mereka ”selamat” dari kekerasan, hingga penembakan yang mengatasnamakan “ras”.
Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Erin, baik dari pihak sekolah yang rasis, hingga pihak suami dan ayahnya. Diskriminasi yang dilakukan oleh pihak sekolah, seperti pemisahan kelas, serta perbedaan fasilitas yang kentara antara ras kulit putih dan ras di luar itu membuat Erin miris. Agar diterima oleh anak-anak didiknya, Erin mencari cara untuk melakukan pendekatan dan metode pengajaran yang tepat. Namun, sejak Erin disibukkan dengan pendekatan terhadap anak-anak didiknya dan bekerja paruh waktu, timbul masalah baru, ia diceraikan oleh suaminya. Hingga pada akhirnya, ayahnya yang semula tidak mendukung, berbalik mendukung pekerjaan Erin.
Erin paham dengan kondisi anak-anak didiknya yang selalu berkelompok dengan ras mereka masing-masing. Akhirnya, ia menemukan cara untuk “menjangkau” kehidupan mereka dengan memberikan mereka buku, dan meminta mereka mengisinya dengan jurnal harian. Bahkan, ketika sekolah mendiskriminasikan fasilitas buku, Erin memberikan buku baru tentang kehidupan gank yang lekat dengan keseharian mereka. Sejak membaca jurnal harian yang bercerita tentang kehidupan mereka yang keras, Erin semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan anak-anak didiknya, serta menghapus batas tak terlihat yang secara kultur memisahkan mereka dengan cara-cara yang mengagumkan.
Dalam film ini juga kita bisa melihat bagaimana usaha Erin mendatangkan seorang wanita penolong Anne Frank, anak Yahudi yang hidup pada zaman Hitler dan holocaust-nya. Ia mendatangkan wanita tersebut untuk berbagi cerita kepada anak-anak didiknya tentang sebuah “bencana” yang terjadi karena rasisme, serta usaha-usaha Erin lainnya yang mendapat tantangan dari pihak-pihak sekolah.
Akhirnya, keteguhan Erin dalam mendidik mereka berbuah hasil. Anak-anak tersebut, yang semula benci satu sama lain Karena perbedaan ras, akhirnya menjadi berteman dan mendobrak sekat-sekat ras di antara mereka. Bahkan, ketika ada kasus penembakan yang menimpa seorang kawan anak didiknya, ia mengajarkan tentang arti kejujuran.
Menonton film Alexander besutan sutradara Oliver Stone, seperti membaca kembali buku sejarah tentang Alexander Agung, si maharaja diraja paling terkenal sepanjang sejarah, yang hidupnya sangat singkat namun mampu menyatukan Eropa dan Asia pada masa lampau, sekitar tahun 300-an sebelum Masehi.
Pemeran utama film yang dibuat 2004 ini, Colin Farrel, berhasil menterjemahkan karakter Alexander Agung sebagai sosok multidimensi. Pada satu sisi dia begitu gagah berani, sportif, humanis. Terlihat dari ambisinya menyatukan daratan Eropa dan Asia, kemampuannya mengorganisasi pasukan, mengayomi keluarga kerajaan yang ditakhlukkan. Namun di sisi lain dia kadang temperamental, sombong, bahkan lemah dan melankolis. Terlihat saat dia selalu memerintahkan pembunuhan secara spontan ketika sedang marah, dan tak mampu menguasai dirinya ketika kondisi chaos.
Hingga akhir hayatnya di tahun 1972, J. Edgar Hoover (Leonardo DiCaprio) tetap menjabat sebagai kepala FBI (Federal Bureau of Investigation). Banyak orang yang mengenangnya sebagai pendiri FBI sekaligus orang yang menetapkan standar kerja para penegak hukum namun tak jarang juga orang yang hanya mengingat sisi buruk dari pria yang hidupnya diselimuti misteri ini. Walau tak sampai tuntas, film berjudul J. Edgar ini mencoba mengupas lapis demi lapis misteri yang meliputi J. Edgar Hoover.
Masa kepemimpinan J. Edgar Hoover memang sangat panjang. Konon, delapan presiden sempat menjadi penghuni gedung putih tapi kepala FBI ini tak pernah bisa digantikan. Hanya satu yang jadi prinsip J. Edgar Hoover. Keselamatan negara dan bangsanya ada di atas segalanya. Ia tak ragu menggunakan berbagai macam cara untuk memastikan keselamatan bangsa dan negara tak sampai terusik.
Tak banyak orang yang tahu siapa J. Edgar Hoover sebenarnya. Dari sekian banyak orang yang ada di sekelilingnya, mungkin cuma Clyde Tolson (Armie Hammer) dan Helen Gandy (Naomi Watts) saja yang cukup mengenal pria misterius ini. Kerahasiaan memang bukan sekedar pekerjaan bagi J. Edgar Hoover. Tak heran jika banyak orang yang menyebut pria ini sebagai pria terkuat di Amerika Serikat.
Hanya kemauan untuk hidup yang sangat tinggi yang membuat Aron Ralston (James Franco) berhasil menyelamatkan dirinya dari ganasnya alam. Meski terpaksa harus kehilangan satu tangannya, Aron tak pernah menyerah. Meski ia harus mendaki tebing tinggi dan berjalan bermil-mil, itu tak membuat Aron mundur. Di saat-saat tanpa kepastian ini, hanya refleksi masa lalu yang membayang di mata Aron.
Karena sebuah kecelakaan, Aron terjebak di sebuah ngarai di Utah. Dalam keadaan terluka, Aron hampir menyerah. Tak ada harapan untuk selamat. Pada saat orang-orang sadar kalau Aron hilang, semuanya bakal terlambat. Kalau Aron ingin hidup, satu-satunya cara adalah dengan menyelamatkan dirinya sendiri.
Dengan tangan yang terluka dan hampir membusuk, Aron tak punya pilihan selain mengamputasi tangannya sendiri. Dengan segala keberanian, Aron lantas mendaki tebing setinggi 65 kaki dan berjalan sejauh delapan mil sebelum ia akhirnya terselamatkan. Selama perjalanan, yang ada di benak Aron adalah teman-teman, kekasih, keluarga, dan dua orang pendaki yang sempat ia jumpai sebelum kecelakaan. Akankan mereka jadi orang terakhir yang bertemu Aron?